Rabu, 05 Oktober 2016

Mengulas Nyawa by Vinca Callista



 
Dok. Pribadi 


Ikhtisar
Gadis itu memandangi cermin. Di sana ada bekas telapak tangan
yang memerah di sekeliling lehernya. Dia tertegun, mengingat
kembali peristiwa semalam. Tangan-tangan dingin itu datang
 lagi, mencekiknya tanpa ampun.

Tak hanya peristiwa mengerikan yang terjadi di Rumah
Mangga, kos misterius yang ia tinggali belum lama ini. Sepasang
kakek-nenek sering datang membawa sekeranjang bunga
kematian.  Suara rintihan kesakitan, tulisan teror di tembok,
hingga jeritan kemarahan anak kecil yang terdengar setiap malam,
menghantui para penghuni Rumah Mangga.

Sampai akhirnya mereka menemukan, ada seseorang di antara
mereka yang sangat mencintai kematian, dan melakukan
apa pun demi itu.
***

Selain CINTA, “maut” merupakan salah satu hal yang dapat mengejutkan siapa saja di kehidupan dunia ini. Bahkan hal itu dapat menyakitkan mereka yang masih belum tiba ajalnya. Apalagi, jika akhir hidup seseorang itu tidaklah “wajar”. 

Kematian. Kenangan. Kebiasaan. Pengulangan. Romansa.

Hal-hal itu saling berkelindan menampilkan kisah “belia” yang tidak biasa. Sehingga mereka yang dewasa pun, akan merasakan keasyikan tersendiri membaca novel Nyawa karya Vinca Callista ini. 

Di awali dengan sebuah tragedi dan kepindahan. Cerita mengalir dengan lancarnya. Kita dikenalkan kepada tokoh-tokoh yang ada di Rumah Mangga, dengan selang-seling yang tidak membuat bosan. Sekalipun penggambaran latar tempat tidak ditekankan, kesan visualnya tetap dapat. Sebagaimana terbangun dengan baiknya setiap karakter tokoh yang ada. Sekalipun ada yang mendominasi, tetapi semuanya cukup mendapatkan porsinya yang pas.

Dengan tebal 290 halaman, Nyawa tidak memerlukan waktu yang lama, bahkan tiap babnya hanya terdiri dari beberapa lembar saja, jadi setiap momen dapat kita dalami betul-betul. Tentu, sekalipun singkat, tiap babnya merupakan mozaik yang memiliki pesonanya masing-masing. Sekalipun, menurut akun instagram @ntarie90 jika ditunda-tunda membacanya bisa mengurangi kesan thriller-nya. Tetapi jangan khawatir, nyaris semua bagiannya tidak akan membiarkan pembaca berhenti begitu saja, justru yang ada timbul rasa ingin melanjutkan halaman selanjutnya dengan segera. 

Seperti disinggung di awal, walaupun novel ini merupakan novel remaja, penulis cukup piawai dalam mengembangkan sudut pandang para tokohnya, bahkan ada Rory, salah satu pelaku cerita dalam Nyawa, yang bikin aku suka dengannya. Jadi, kalangan “belia” yang membaca Nyawa sedikit banyak akan menerima efek positif—tentu saja setiap pembaca bisa sangat berbeda cara dalam mengambil suatu “hikmah” dalam suatu bacaan. Tapi, harusnya sih Nyawa ini cukup bisa “mencerahkan” pembaca belia. 

Singkat cerita, aku suka dengan novel Nyawa ini. Sekalipun ada kengiluan di sana sini. Tetapi tidak sedikit kisah “romansa yang tidak biasa” hadir pula sepanjang cerita. Bahkan, isu body image pun ada di dalamnya—suatu hal yang kerapkali menjadi momok kalangan remaja, bukan? Asyiknya itu, sekalipun novel ini tampak “horor”,  di dalamnya sangat jauh dari “propaganda” yang berbau mitos lho! Tapi emang enggak bisa ditampik juga sih, gambar pada sampulnya cukup bikin ngeri! Namun begitu, secara keseluruhan Nyawa yang merupakan seri DARKLit dari Penerbit Bentang Belia (PT Bentang Pustaka) ini sangat menghibur dan mengasyikkan! Selamat membaca, ya!

Identitas Buku

Judul Nyawa
Penulis Vinca Callista
Penerbit Bentang Belia (PT Bentang Pustaka
Cetakan Pertama, Mei 2015
ISBN 978-602-1383-46-9
290 halaman

1 komentar:

  1. Duh, perlu buku ini nih kayaknya, suka sama temanya <3

    Salam,
    Senya

    BalasHapus

suatu kata merindukan kata lainnya

L'homme est libre au moment qu'il veut l'être ― Voltaire