Minggu, 03 Juli 2016

Bermimpi Allah dan Alamat-alamat Mimpi Lainnya

Dalam Kesusastraan Melayu Klasik, sudah lazim kita temui yang namanya syair-syair sebagai bentuk nasihat maupun pelajaran. Dari nama-namanya saja sudah sangat menarik minat, sekaligus menarik umpat. Mengingat, umumnya Kesusastraan Melayu Klasik sangat fantastik, sekalipun relijik. Misalnya saja ada Syair Takbir Mimpi, yang merupakan sebuah syair berisi takbir atau keterangan tentang mimpi-mimpi. Secara singkat isinya mirip primbon pada budaya Jawa. Menurut sejarah, Muhammad Taib merupakan orang yang mencap syair ini. Penasaran dengan isinya dan alamat yang diungkapkannya?


Sebelumnya, ini hanyalah syair, dan bukan suatu firman dari yang esa. Tentu orang boleh saja menaruh percaya, namun di sini hanya sekadar ingin berbagi pengetahuan yang pernah ada dan ditulis atau diciptakan oleh manusia pada masanya. Syair-syair berikut ini hanya beberapa, yang dihimpun oleh Overbeck (lihat Liaw Yock Fang 1975) sekitar tahun 1929, "Shaer Ta'bir Mimpi" dalam JMBRAS, 7 (2), hlm. 338-375.  

1. Bermimpi Allah, alamatnya akan dikarunia kebesaran. (Ini salah satu bentuk fantastik, Mahasuci Allah dari hal-hal rendah)

2. Bermimpi Rasul, alamat segala permintaan akan dikabulkan.

3. Bermimpi Malaikat, alamat mendapat berkat.

4. Bermimpi Surga, alamat akan beroleh suka.

5. Bermimpi Matahari dan Bulan turun keharibaan, alamat beroleh kebesaran.

6. Bermimpi Gerhana Matahari, alamat tiada sempurna.

7. Bermimpi Bintang Berekor, alamat akan mendapat makmur.

8. Bermimpi Guruh dan Halilintar, alamat akan mendapat kesukaran.

9. Bermimpi Hujan Turun Lebat, alamat negeri mendapat rahmat.

10. Bermimpi  Beristri, alamat hendak bersuka hati.

11. Bermimpi Diri Dibunuh, alamat pekerjaan jadi terlarang.

12. Bermimpi Diri Dipenjara, alamat harta tiada terkira.

13. Bermimpi Dipalu Orang, alamat mendapat barang, hati terang.

14. Bermimpi Diri Berlayar, alamat mendapat laba yang besar.

15. Bermimpi Diri Kawin, alamat jahat, janganlah main.

16. Bermimpi Diri Jadi Binatang, alamat penyakit hendak datang.

17. Bermimpi Memegang Anjing, alamat baik, tiada runsing.

18. Bermimpi Kucing Datang Ke Rumah, alamat sahabat datang ke rumah.

19. Bermimpi Makan Daging Pelanduk Jinak, alamat hendak mendapat anak.

20. Bermimpi Diri Ditangkap Harimau, alamat kejahatan akan datang.

Itulah beberapa mimpi dan alamatnya. Sungguh sangat fantastik bukan? Mimpi-mimpinya begitu luar biasa, beberapa mungkin sangat kita harapkan, misalnya bermimpi bertemu dengan Rasulullah. Namun untuk bermimpi Allah? Sungguh itu perkara yang sensitif. Apa mungkin? Tidak ada yang tidak mungkin, namun siapa yang dapat membuktikan kebenarannya. Pada akhirnya kembali ke dasar bahwa mimpi adalah bunga tidur, yang baik-baik semoga menjadi motivasi, yang buruk-buruk semoga menjadikan kita semangat untuk terus berbuat baik.

[]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

suatu kata merindukan kata lainnya

L'homme est libre au moment qu'il veut l'être ― Voltaire