Rabu, 29 Juni 2016

Muslim Pelopor Ilmu

Suasana Belajar by Qatar Foundation
Pada abad 14 hingga 15 masehi, dunia Islam mengalami stagnasi dari berkembang dan munculnya pelopor ilmu. Tetapi jauh sebelum itu, ada beberapa muslim pelopor ilmu yang berhasil mencerahkan banyak negeri dan bahkan menjadi api pemicu bersinarnya cahaya ilmu di Eropa. Kita tentu saja patut berbangga, sekaligus...


Merenungkan segala kemajuan yang pernah dicapai oleh saudara seiman kita pada masanya. Agar kita bisa bangkit dari keterpurukan. Tentu saja ada banyak anak-anak dari keluarga muslim saat ini yang melanjutkan studi di perguruan tinggi, semoga bisa menjadi pemacu dan pemicu mereka atau siapa saja agar sungguh-sungguh menuntut ilmu dan tidak sekadar mencari ijazah demi dapat pekerjaan. Siapa sajakah muslim pelopor ilmu itu?


Semoga kelak adalah anak-anak ataupun cucu-cucu kita yang menjadi pelopor ilmu di dunia Islam. Adapun pelopor ilmu dari kalangan muslim pada masa yang sudah berlalu itu... ada banyak. Salah satu yang paling populer barangkali Muhammad ibn Musa Al-Khwarizmi, yang dijuluki Bapak Aljabar. Al Khwarizmi memang ahli matematika yang mumpuni, orang tua bisa pula menceritakan biografinya ke anak-anak agar mereka semangat pula belajar matematika.

Lalu siapa lagi?

Berikut ini beberapa muslim pelopor ilmu (yang tentu saja ada banyak yang lainnya, dan luar biasanya mereka bisa ahli dalam beberapa bidang ilmu sekaligus. Apakah mungkin kita bisa? Tentu saja, mereka dan kita sama-sama manusia...) yang diurutkan dari sekitar tahun 700-an hingga 1300 masehi menurut Qatar Foundation.


Abd al-Malik Ibn Quraib al-Asmai seorang muslim pelopor ilmu zoologi, botani, dan peternakan.

Muhammad ibn Musa Al-Khwarizmi seorang muslim pelopor ilmu matematika (khususnya algoritma, aljabar, dan kalkulus), astronomi, dan geografi.

Abu 'Uthman 'Amr ibn Bakr al-Basri al-Jahiz seorang muslim pelopor ilmu zoologi, tatabahasa arab, retorika, dan leksikografi.

Yaqub Ibn Ishaq al-Kindi (Alkindus) seorang muslim pelopor ilmu filsafat, fisika, optik, kedokteran, matematika, dan metalurgi.

Jabir Ibn Haiyan (Geber) seorang muslim pelopor ilmu astronomi, fisika, filsafat, geografi, teknik, farmasi, dan kimia.

Thabit Ibn Qurrah (Thebit) seorang muslim pelopor ilmu astronomi, mekanik, geometri, dan anatomi.

Ali Ibn Rabban al-Tabari seorang muslim pelopor ilmu kedokteran, matematika, kaligragi, dan sastra.

Abu Abdullah al-Battani (Albategnius) seorang muslim pelopor ilmu matematika, dan astronomi.

Abul-Abbas Ahmad al-Farghani (al-Fraganus) seorang muslim pelopor ilmu astronomi dan teknik sipil.

Muhammad Ibn Zakariya al-Razi (Rhazes) seorang muslim pelopor ilmu kedokteran, oftalmologi, kimia, dan astronomi.

Abu al-Nasr al-Farabi (al-Pharabius) seorang muslim pelopor ilmu sosiologi, logika, filsafat, politik, dan musik.

Abbas Ibn Firnas seorang muslim pelopor ilmu mekanik penerbangan, planetarium, dan kristal buatan. 

Abd-al Rahman al-Sufi (Azophi) seorang muslim pelopor ilmu astronomi.

Abu al-Qasim al-Zahrawi (Albucasis) seorang muslim pelopor ilmu bedah, kedokteran dianggap bapak bedah modern.

Abul Wafa Muhammad al-Buzjani seorang muslim pelopor ilmu matematika, astronomi, geometri, dan trigonometri.

Abul Hasan Ali al-Masu'di seorang muslim pelopor ilmu geografi dan sejarah.

Abu Ali Hasan Ibn al-Haitham (Alhazen) seorang muslim pelopor ilmu fisika, optik, dan matematika. 

Abu al-Hasan al-Mawardi (Alboacen) seorang muslim pelopor ilmu politik, sosiologi, hukum, dan etika. 

Abu Raihan al-Biruni seorang muslim pelopor ilmu astronomi dan matematika.

Abu Ali al-Hussain Ibn Abdallah Ibn Sina (Avicenna) seorang muslim pelopor ilmu kedokteran, filsafat, matematika, dan astronomi.

Abu Ishaq Ibrahim Ibn Yahya al-Zarqali (Arzachel) seorang muslim pelopor astronomi.

Omar al-Khayyam seorang muslim pelopor ilmu matematika, dan sastra khususnya puisi.

Abu Hamid al-Ghazali (Algazel) seorang muslim pelopor ilmu sosiologi, teologi, dan filsafat. 

Abu Marwan Ibn Zuhr (Avenzoar, Abumeron) seorang muslim pelopor ilmu bedah, dan kedokteran.

Abu Abdullah Muhammad al-Idrisi seorang muslim pelopor ilmu geografi berhasil membuat peta dunia pertama dalam bentuk globe.

Abul Waleed Muhammad Ibn Rushd (Averroes) seorang muslim pelopor ilmu filsafat, kedokteran, hukum, astronomi, dan teologi.

Nasir al-Din al-Tusi seorang muslim pelopor ilmu astronomi dan geometri.

Nur al-Din Ibn Ishaq al-Bitruji (Alpetragius) seorang muslim pelopor ilmu astronomi.

Ibn al-Nafis Damishqi seorang muslim pelopor ilmu anatomi.

Abu Muhammad Abdallah Ibn al-Baitar seorang muslim pelopor ilmu farmasi, dan botani.

Mohammed Targai Ulugh Beg seorang muslim pelopor ilmu astronomi.

Abd al-Rahman Ibn Muhammad Ibn Khaldun seorang muslim pelopor ilmu sosiologi, filsafat sejarah, dan politik. 

Itulah beberapa muslim pelopor ilmu pengetahuan yang pernah ada dan karyanya sampai saat ini masih banyak digunakan dan menjadi bahan dasar berkembangnya ilmu pengetahua modern. Kiranya dapat dijadikan bahan pelajaran sejarah bahwa siapa yang bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu maka ilmunya akan berguna. Insya Allah.

[]

10 komentar:

  1. Suka terharu dan spechless kalo sudah membaca ilmuwan muslim dahulu dan sekarang. Tapi entah mengapa seakan tak ada, dan mayoritas umat muslim mungkin termasuk saya suka tidak care dengan ini... semoga di masa mendatang islam kembali menjadi umara dunia..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin
      Zamannya memang sudah beda, dan sulit memang untuk hanif bahkan dalam hal menuntut ilmu pengetahuan sekalipun, apalagi istiqamah di atas sunah rasul-Nya.

      Hapus
  2. banyak ilmuwan muslim kita ya tapi kurang terkenal, termasuk saya nih yang kurang mengenal mereka padahal mereka amat berjasa

    BalasHapus
    Balasan
    1. beberapa sangat terkenal tetapi dengan nama sebutannya, bukan nama aslinya. dan masih banyak selain itu... apalagi kalau diurutkan hingga sekarang...

      Hapus
  3. Pasca perang salib, sayangnya keilmuan mereka beserta karya2nya diredupkan. Semoga umat manusia mengenal mereka, sekaligus mengetahui kontribusi umat Islam pd dunia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. timbul tenggelam. iya, dunia ilmu pun penuh dengan saling mendominasi, hegemonitas. Amin, semoga saja.

      Hapus
  4. banyak banget ternyata muslim ilmuwan tapi bahkan saya sendiri banyak gx taunya,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama kok, kita sama-sama belajar ya, semoga bermanfaat. :)

      Hapus

suatu kata merindukan kata lainnya

L'homme est libre au moment qu'il veut l'être ― Voltaire