Rabu, 01 Juni 2016

Berumur Panjang dengan Berkebun

Benih Cabai Dok. Pribadi
Sekalipun kisaran hidup kita antara 60 sampai 70 tahunan, acapkali kita berhadap bisa melebihi itu atau setidaknya mencapai itu, mengingat semakin banyak ancaman kematian dini di mana-mana. Mulai dari kecelakaan lalu lintas, ataupun penyakit ganas baik yang menular terlebih yang tidak (degeneratif). Adakah langkah yang mudah untuk menambah rentang hidup kita?


Salah satunya, menurut Dr. Maoshing Ni (2006)—salah seorang pakar pengobatan antipenuaan taois—BERKEBUN . Katanya, sekalipun orang-orang yang mencapai usia seratus tahun di pelbagai belahan dunia ini memang berasal dari aneka profesi, tetapi mereka rata-rata memiliki hobi yang sama yakni berkebun.

Mengetahui hal itu membuatku menerawang ke belakang, kepada moyang-moyangku yang umumnya berkebun/bertani, dan memang, usianya rata-rata nyaris melewati umur 70 tahunan. Bagaimana dengan sekarang? Apakah minimnya lahan menjadi halangan? Sedangkan banyak sarana alternatif berkebun di lahan sempit?

Agar semakin yakin bahwa berkebun berapapun skalanya akan berdampak positif bagi pelakunya. Inilah alasan mengapa berkebun bisa menumbuhkan usia kita. Apa pasal? Sebab berkebun tidak ubahnya olahraga, dan sebagai bentuk olah gerak itu, otomatis akan memperkuat otot. Dan sebagai bentuk budaya disiplin, berkebun dapat menjadi ladang latihan kesabaran dan ketekunan hati dalam berbudidaya. Dan tentunya hal itu akan menyenangkan siapa saja, bukan?

Apakah perlu alasan lainnya? Tentu saja, hasil kebun yang bersifat organik dan kita ketahui prosesnya menjadikan kita tidak khawatir untuk mengkonsumsinya dan pastinya bisa menjadi alternatif mengatur pengeluaran dapur sebab anggaran bisa lebih hemat sebab tidak terpengaruh harga pasar. Jelas menyenangkan bukan memetik sayuran dan bumbu dapur dari hasil kebun sendiri?

Bagaimana kalau berkebun bunga? Tidak ada salahnya, hal itu bisa menjadi pengindah suasana dan pandangan mata. Dan akan menjadi sumber madu bagi serangga tertentu. Jadi turut serta berterima kasih terhadap semesta. Sungguh, bercocok tanam apa saja, sejauh tidak dilarang—semisal ganja—pasti bermanfaat.

Sudahkah kawan sekalian berkebun dalam sepekan ini? Aku sendiri cenderung berkebun bunga, rosela, cabai, daun suci, sereh, dan lain-lainnya.


[] 

2 komentar:

  1. Bener juga tuh Bekerkebun dapat membuat kita berumur panjang apalagi berkebun nya menanam makanan alami yang non kolesterol seperti kakek dan nenek saya dulu waktu masih ada profesinya adalah petani yang menanam segala jenis tanaman yng bermanfaat sampai menghembuskan nafas terahirnya di usia 87 tahun. namun tanaman nya masih tumbuh dan bermanfaat untuk cucu cucu nya :) tapi sayangnya bakat berkebun tersebut tidak mengalir pada anak cucunya :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pada zaman dahulu memang tanaman organik lebih mendominasi jadi kesehatan pun lebih bisa terjaga dan kuat melawan serangan aneka macam penyakit, jadi usianya pada awet. Soal bakat berkebun, pada dasarnya bertani itu bisa dilatih sepertinya. Saya pun keluarga besar kebanyakan petani, tetapi memang belum ada panggilan tersendiri untuk fokus bertani, bukan karena nggak ada bakat, belum mau saja itu itu hehehe... Siapa saja kayaknya berpeluang buat jadi petani yang berhasil... sekalipun di lahan yang sempit :)

      Hapus

suatu kata merindukan kata lainnya

L'homme est libre au moment qu'il veut l'être ― Voltaire