Selasa, 21 Juni 2016

Aku dan Golongan Darah yang Tidak Selalu Menentukan

Banyak hal memang, dari manusia itu, yang dapat dijadikan bahan telaahan terhadap manusia itu sendiri. Mulai dari garis tangan, bentuk wajah, bahasa tubuh, warna kulit, dan lainnya. Dan tidak jarang, dari itu semua, diterangkanlah masa depan yang jauh, baik terkait karir, asmara, bahkan kesehatan. Aku sendiri tidak anti membaca hal-hal semacam itu. Mengapa?


Karena ada beberapa hal memang sesuai dengan pandanganku sendiri. Dan terkait yang tidak sesuai dengan pandanganku, jadi bahan buat dipikirin. Lalu sekarang ini, misalnya kita jumpai di aplikasi LINE ataupun facebook, ada cara mengetahui karakter dari golongan darah. Buku-buku pun bermunculan, dan ada yang lucu juga karena disertai ilustrasi dari setiap golongan darah.

Sampai-sampai ada yang mengatakan bahwa golongan darah tiap orang yang berbeda itu dapat menentukan tercapai tidaknya target impian seseorang. Hmm... rasanya terlalu berlebihan, belum lagi tidak semua dari pernyataan kekurangan ataupun kelebihan atas golongan darah tertentu sesuai dengan seseorang yang jumlahnya banyak... sekalipun golongan darahnya berbeda, tetapi memiliki sistem limbiknya masing-masing, yakni akal pikiran dan hati nurani itu.

Aku sendiri yang bergolongan darah O, kadang suka senyum-senyum sendiri kalau membaca soal karakter yang ada dalam diriku karena bergolongan darah O itu. Misalnya, "Suka berkelahi." Duh, nggak bangetlah, walaupun Nawal El Saadawi dalam salah satunya mengatakan bahwa perkelahian itu salah satu cara laki-laki menjaga eksistensi dirinya. Lah, bagaimana dengan yang bergolongan darah O tetapi perempuan? Ah, aku tidak sempat mendapatkan pernyataan Nawal El Saadawi, apakah begitu pula dengan perempuan?

Lalu, kalau bukan golongan darah yang menentukan, lantas apa? Aku rasa golongan darah memang punya pengaruh tersendiri terhadap tubuh yang kemudian berdampak kepada perilaku kita. Tetapi itu tidak mutlak, sebab urusan moral itu tidak ada yang bersifat turunan pada dasarnya, adapun yang turunan itu moral yang sejatinya dipaksakan. Maka, yang lebih mempengaruhi itu ya pikiran, menurutku.

Meskipun begitu, akhirnya apa yang kita baca soal karakter dari golongan darah itu pun dapat memberikan sugesti pada kita. Itu bisa menguntungkan bisa pula malah memperburuk. Semua tergantung pada sejauh mana kita menyikapi pernyataan-pernyataan yang terpikirkan itu.

Misalnya saja, soal nasihat bagi golongan darah O ketika sedang jatuh mood-nya, kata Zae Hanan, carilah tantangan baru, seperti pergi ke pantai, tamasya ke perkebunan, dan menerima tantangan bungee jumping. Apakah kemudian kita harus menerima itu semua? Apakah harus ke pantai tidak ke sungai? Nah, akhir dari itu semua kembali kepada pikiran kita masing-masing.

Aku sendiri mengiyakan mencoba tantangan baru itu. Tetapi tidak harus seperti yang disarankan itu. Melakukan apapun dengan sungguh-sungguh, pada dasarnya merupakan bentuk melakukan tantangan baru. 

[]

3 komentar:

  1. ya, kadang ada sisi positif dan negatifnya ya. Tapi aku sih gak terllau percaya karena karakter yang kita miliki juga dipengaruhi lingkungan keluarga kita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali Tira, lingkungan itu sangat berpengaruh sekali :)

      Hapus
  2. em, tidak ada hubungannya golongan darah dengan sifat-sifat tertentu. Pun bila disandarkan pada penelitian tertentu, mungkin pembaca lupa (atau tidak tahu) kalau penelitian pun bersifat terbatas. Ada batasan masalah, dan tidak bisa digeneralisasikan ke seluruh penduduk bumi. Gitu aja sih :D

    Halo, saya sedang blogwalking kemari.
    Saya goldar O juga hehe..kalau ada apa-apa dengan saya, barangkali perlu transfusi darah, tolong saya ya hehe.. :D
    *just kidding

    BalasHapus

suatu kata merindukan kata lainnya

L'homme est libre au moment qu'il veut l'être ― Voltaire