Sabtu, 14 Mei 2016

Tempat Hiburan Malam dan Keperibadian yang Membosankan

Tempat hiburan malam tentu tidak sama dengan yang namanya pasar malam. Namun demikian, mengapa pasar malam selalu kalah pamor dibandingkan dengan tempat hiburan malam? 



Sekarang, tentu sudah jarang yang namanya pasar malam, dan semakin menjamur tempat hiburan malam. Malahan, di Kota Bogor, ada tempat hiburan malam yang lokasinya sangat dekat dengan tempat ibadah dan sekolah dasar. Apakah yang membuat banyak warga negara yang memilih menghabiskan waktu, misalnya pada akhirnya pekannya ke klub-klub malam?

Boleh jadi, ada alasan karena sudah candu untuk menari di lantai disko, ataupun ketagihan untuk minum-minum. Seolah-olah suasana akhir pekan menjadi membosankan kalau hal itu tidak dilakukan. Apakah benar begitu?

Sebenarnya, yang terjadi, justru mereka yang pergi ke tempat hiburan malam merupakan pribadi-pribadi yang merasa bosan terhadap dirinya dan kehidupan kesehariannya, sehingga butuh yang namanya pelampiasan agar sedikit bisa lepas dari hidupnya yang membosankan.

Kasihan juga sebenarnya, ya. Begitulah, dan banyak faktor, selain arena candu, ada pula karena banyaknya tekanan baik di dunia kerja, asmara, ataupun keluarga. Intinya soal relasi. Betapa yang namanya hubungan yang tidak harmoni bisa menyebabkan seseorang memilih untuk mengambil suatu hiburan yang ekstrem.

Apakah akhir pekan rekan sekalian ke tempat hiburan malam pula? Ngomong-ngomong hiburan malam, sudah lama juga aku tidak main ke pasar malam. Sekarang jarang menjumpainya. Padahal dulu, suka main ke pasar malam bareng teman-teman, naik wahana yang tersedia, ataupun ikut aneka permainannya, yang sedikit banyak memang mengajarkan soal betapa judi itu sangat tidak menguntungkan sekalipun itu di pasar malam, apalagi di tempat hiburan malam. 

[]

8 komentar:

  1. kalau aku akhir pekan seringnya di rumah aja dipakai untuk kumpul keluarga sama ngeblog hehe, jarang keluar euy biar istirahat aja di rumah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, aku juga lebih banyak di rumah saja sih. Ah mbak Evirna ini sekalipun jarang keluar, sekalinya keluar rumah langsung ada di puncak gunung ya. Keren. Aku palingan, keluarnya ya ke toko buku saja, tidak lebih dari itu.

      Hapus
  2. lebih banyak menghabiskan waktu dirumah kalau lagi libur atau lepas pulang kerja....
    sesekali tempo pergi kelaut atau pantai.....mancing ikan ^__^

    BalasHapus
  3. Mancing? Sangat menguji kesabaran dan kalau pasnya dapat gembira sekali. Aku biasanya mancing di empang, belum pernah mancing di laut hehehe sama aku juga sering di rumah saja

    BalasHapus
  4. Balasan
    1. sejauh positif dan produktif, ya nggak apa-apa liburan di rumah pun

      Hapus
  5. pasar malam di tempat sya udah gak ada. Setiap area kosong sudah berubah jadi perumahan :(

    BalasHapus

suatu kata merindukan kata lainnya

L'homme est libre au moment qu'il veut l'être ― Voltaire