Senin, 23 Mei 2016

Mencegah Penyakit Kemakmuran dengan Olahraga dan Suplemen Fitness Halal

Pentingnya olahraga untuk kesehatan kita sudah bukan lagi rahasia umum. Dan agak malasnya kita untuk berolahraga pun sudah bukan rahasia lagi. Ironis. Tetapi itulah kenyataannya. Untung saja, tidak ada kata terlambat untuk memulai hal-hal yang baik. Termasuk membiasakan kembali olahraga ataupun aktivitas fisik. Bukankah sehat suatu kondisi yang berharga dan kita harapkan bersama?


Apa Itu Olahraga? 

Secara singkat olahraga itu bisa kita artikan dengan kegiatan yang bersifat fisik, jadi ada gerak yang dilakukan oleh badan kita. Hanya saja, kalau kita mengartikan itu sebatas gerak belaka, tentu setiap hari kita hidup itu pasti bergerak, karena ciri-ciri makhluk hidup salah satunya adalah gerak. Apakah itu sudah dapat dikatakan olahraga?

Tentu saja bukan itu. Olahraga di sini, yang jelas manfaatnya bagi kesehatan kita merupakan kegiatan fisik yang ditentukan frekuensinya, jenis aktivitas fisiknya, serta durasi dari gerakannya tersebut. Maka, sudah seharusnya kita meluangkan waktu khusus, minimal seminggu sekali untuk melakukan olahraga yang betul-betul ditujukan untuk menjaga badan agar tetap sehat dan terhindar dari pelbagai macam penyakit.

Lalu Olahraga Apa Sebaiknya?

Contoh kegiatan fisik yang disebut olahraga. Dok. Pribadi
Merujuk ke salah satu pakar kesehatan asal Jepang, Masashi Saito (2009), secara garis besar ada dua bentuk olahraga, yakni olahraga aerobik yang cenderung tujuannya untuk mengurangi lemak dan olahraga anaerobik yang cenderung tujuannya untuk menguatkan otot. Tentu keduanya menjadikan raga semakin bugar pada dasarnya.

Olahraga semisal joging, berjalan kaki, senam, dan lainnya, yang bersifat ringan dan dapat dilakukan dalam durasi yang lama, termasuk ke dalam bentuk olahraga aerobik. Sedangkan yang bersifat berat, yang umumnya dilakukan di pusat-pusat kebugaran semacam angkat berat termasuk ke dalam bentuk olahraga anaerobik.

Apapun bentuk olahraga yang dijalankan, bisa disesuaikan dengan tujuan tertentu dan kemampuan dari kitanya masing-masing. Dan kegiatan yang bersifat fisik yang kita sebut olahraga itu dipastikan sangat bermanfaat bagi kesehatan kita apalagi sekarang zamannya penyakit kemakmuran.

Apa Itu Penyakit Kemakmuran?


Penyakit Kemakmuran merupakan istilah yang dipakai oleh T. Colin Campbell dan Thomas M. Campbell dalam karyanya The China Study untuk penyakit kerusakan jantung, obesitas, diabetes, dan aneka jenis kanker seperti kanker payudara, prostat, usus besar (colon dan rektum) dan penyakit tidak menular lainnya.


Mengapa penyakit tersebut disandingkan dengan kemakmuran? Karena penyebab hadirnya penyakit itu umumnya karena ketersediaan pangan yang berlebihan sehingga masyarakat tidak makan dengan benar. Dan begitulah kita sekarang, tidak hanya di Eropa ataupun di Amerika, di Indonesia pun penyakit kemakmuran ini semakin menjadi-jadi, bahkan menurut Prof. Dr. F.G. Winarn0, dkk. dalam bukunya Telomer Membalik Proses Penuaan (2015), "kegemukan dan obesitas termasuk masalah utama bangsa."

Luar biasa memang bahaya dari penyakit kemakmuran, karena bisa berujung kepada kematian. Dengan banyaknya produk junk food, semakin meningkatkan risiko kita mengidap penyakit kemakmuran, apalagi tidak ataupun kurang olahraga. Kan ironis, kita bisa beli dan dapatkan makanan apapun, tetapi karena sikap kita yang asal makan, membuat badan kita menderita. Itu jelas sangat tidak bagus. Bukankah Tuhan menyuruh kita memakan makanan yang halal lagi baik bagi tubuh kita?

Sudah saatnya kita kembali kepada gaya hidup sehat, olahraga menjadi rutinitas, serta tidak ada salahnya kita mengonsumsi suplemen fitness halal, apalagi bagi mereka yang ingin berolahraga anaerobik untuk membentuk dan menguatkan otot tubuhnya.


Suplemen fitness murah tentu saja banyak beredar, tetapi yang teruji klinis sehat dan tidak merusak badan kita tentu harus melalui proses yang tidak mudah, apalagi jika dibuat dari dan dengan proses yang halal. Tidak semua produsen suplemen memperhatikan hal itu.

Salah Satu produk Suplemen EAS Halal
Apakah ada? Tentu, Abbott Laboratories jawabannya, karena menghasilkan Suplemen EAS Halal! Mengapa? Sebab Abbot sudah sejak lama memperhatikan itu semua, sehingga kita tidak perlu khawatir ataupun takut dalam mengonsumsinya. Tentu saja, semua suplemen tidak boleh juga asal konsumsi, harus disesuaikan dengan kebutuhan dan dikonsultasikan kepada instruktur fitness yang berpengalaman. Bukankah segala yang berlebihan itu tidak baik? So, tetap kita harus menjadi konsumen yang cerdas, ya! 

Misalkan pembaca memang sedang mencari yang jual suplemen fitness, bisa coba berkunjung ke sfidn.com, di sana dijual produk-produk dari Abbott Laboratories. 

Siapkah Kita Hidup Lebih Sehat dengan Olahraga?!

Harus siap! Kalau bukan kita sendiri yang peduli dengan kesehatan badan kita sendiri, siapa lagi? Yuk, kita sama-sama membiasakan olahraga yang disesuaikan dengan kebutuhan. Biar yang sehat tercegah dari penyakit, dan yang kurang sehat bisa lebih cepat dalam proses penyembuhannya. 

Salam olahraga!


[]

Artikel ini diikutsertakan dalam kompetisi blog Blogger Writing Competition 2016 bersama SFIDN.com. Isi dan tulisan dari artikel/blog post ini diluar tanggung jawab SFIDN.com


2 komentar:

  1. Saya baru tahu lho mas penyakit kemakmuran ini adalah sejenis penyakit jantung, obesitas dan sejenisnya . saya juga termasuk orang yang jarng olahraga nih mas, tapi tenang :) kan ada suplemen fitnes seperti itu jadi tidak takut lagi pada masalah kemakmuran :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, penyakit kemakmuran itu karena berlebihan dalam makan jadinya malah bikin penyakit, dan umumnya penyakit kemakmuran itu tidak menular namun mematikan bagi penderitanya. Kalau kita diet kesehariannya tidak benar, yakni rakus dan asal makan, bisa berabe dan akibatnya timbul penyakit kemakmuran itu.

      Suplemen fitness hanya dianjurkan dikonsumsi untuk keperluan olahraga tentunya. Jadi, konsumsi suplemen harus dibarengi dengan fitnessnya ya, Fendi. :)

      Hapus

suatu kata merindukan kata lainnya

L'homme est libre au moment qu'il veut l'être ― Voltaire