Rabu, 11 Mei 2016

Langsing dan Sehat dengan Perut Kosong

Kita tentu sudah tidak asing dengan petuah makan 3 kali sehari, mulai dari sarapan, makan siang dan makan malam. Tetapi, dengan berkembangnya industri pangan maupun pertanian yang modern, banyak menghasilkan makanan yang berlimpah kalorinya. Belum lagi bahan kimiawi lainnya. Apakah itu buruk? 


Ketersediaan pangan yang memadai jelas sesuatu yang baik bagi kita, itu suatu tanda bahwa kita tidak akan benar-benar kelaparan. Akan tetapi, selalu ada efek samping ataupun imbas dari setiap perkembangan teknologi di dunia industri pangan yang menghasilkan risiko yang kini banyak menjadi momok, misalnya obesitas ataupun diabetes dan penyakit degeneratif lainnya. 

Salah-salah, kalau kita kebablasan hanya untuk memenuhi petuah makan 3 kali sehari ini, malah jadi bencana bagi tubuh. Ditambah di era modern ini kita malah kurang olahraga dan aktivitas fisik lainnya. Jadi, ada baiknya jikalau kita tipikal yang suka camilan di luar waktu makan besar itu, tidak mengapa untuk mengurangi satu saja jam makan besar, jadi kita fokus pada dua waktu yang utama, yang menurut Masashi Saito, sarapan dan makan malam yang lebih awal. 

Hal itu menjadi salah satu cara agar tubuh tidak kelebihan kalori dan terhindar dari aneka penyakit modern yang mengancam kehidupan kita. Dan agar tubuh kita tetap terjaga keidealannya. Tentu tidak hanya soal mengurangi satu waktu jam makan besar agar kita langsing. Ada satu cara lagi jika memang mengurangi frekuensi makan itu sulit. 

Apa itu? 

JANGAN MAKAN APA-APA DALAM RENTANG 4 JAM  SEBELUM TIDUR”, itulah cara jitu yang menurut Masashi Saito (2009) agar tubuh kita menjadi langsing dan terhindar dari timbunan lemak akibat anabolisme. 

Mengapa bisa begitu? Karena… 

Tidur dengan perut kosong (4 jam setelah makan)  hormon pertumbuhan keluar  katabolisme  pemecahan lemak  jadi langsing deh… 

Bagaimana kalau sebaliknya? Jadinya… 

Tidur dengan perut penuh alias langsung cus tidur setelah beres makan  hormon pertumbuhan tidak keluar  anabolisme  lemak bertambah dan menumpuk  jadi gemuk deh… 

Apakah hanya demi langsing saja tidur dengan perut kosong? Tidak, ini semua "demi kesehatan," kata Masashi Saito. 

Nah, sebentar lagi kan Ramadan, pas buka puasa jangan sampai kesetanan makan, ya! Kan ada waktu sahur nantinya! Hehehe... 

Dan pada dasarnya, banyak penyakit tidak menular di era digital sekarang ini pencegahannya sebenarnya sangat simpel yakni memperhatikan pola makan kita, sebab sumber dari nyaris semua jenis penyakit tidak menular namun membahayakan itu kebanyakannya adalah aneka olahan makanan.

Selalu ada risiko dalam setiap kemajuan, bukan?

[]

4 komentar:

  1. bener tuh sob kalo udah makan langsung cus tidur maka akan menimbulkan lemak pada tubuh
    dan satu lagi emang bener orang-orang tuh suka kesetanan kalo berbuka puasa, termasuk juga saya sih :) tapi emng itu knpa ya terasa pengen banyak bngt makan padahal udah kenyang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itulah anehnya, katanya setan dibelenggu di bulan ramadan, tetapi banyak dari kita yang saat berbuka malah kesetanan. Hehehe, artinya, hawa nafsu yang merupakan setan yang ada dalam diri kita (ingat setiap diri ada setannya) yang tidak kita belenggu. Itulah ujiannya, dan jihad yang paling berat.

      Semoga kita bisa melalui itu di ramadan tahun ini.

      Hapus
    2. Hhaa iya juga ya kang saya lupa tidak membelenggu setan yang ada dlm diri :D benar tuh kang itu ujian yang paling berat menurut saya

      Aminn kang semoga kita semua di beri kesehatan untuk melaksanakan ibadah puasa tahun ini :) Marhaban Ya Ramadhan :)

      Hapus

suatu kata merindukan kata lainnya

L'homme est libre au moment qu'il veut l'être ― Voltaire