Rabu, 04 Mei 2016

Kepastian Pengaruh Teknologi, Apa yang Hendak Kita Biasakan?

"Melangkah terlalu jauh dan melangkah kurang jauh
 adalah sama buruknya."
-  Konfusius 
dalam Wise Men Talking Stories, Confucius Says

Aku dan Hitam Putih Teknologi
DALAM modernitas, setiap kegiatan produksi dari suatu produk secara otomatis disertai dengan risiko yang dikandungnya. Termasuk dalam hal produksi teknologi informasi-komunikasi, tidak mungkin lepas dari efek positif maupun negatif bagi para penggunanya. Sebagai seorang yang menggunakan gadget teknologi informasi-komunikasi, terasa betul imbas dari hadirnya alat yang serba guna tersebut. Hmmm... Apakah akibat yang dihadirkan teknologi cenderung buruk bagi kehidupan kita sehari-hari?

Pastinya nggak condong selalu buruklah. Lagi pula, baik buruknya suatu gawai berteknologi tinggi, semisal laptop, smartphone android, dan semisalnya sangat bergantung kepada kita masing-masing sebagai pengguna dari sarana-sarana canggih tersebut. 

Kalau kita menggunakan untuk hal-hal yang kurang baik, maka dampaknya akan kurang baik juga. Dan jika kita pakai untuk keperluan yang baik-baik, maka nggak ada kebaikan yang terbuang percuma. Tapi emang sih, teknologi informasi-komunikasi yang semakin pesat perkembangannya ini harus disikapi dengan bijaksana, namun bukan berarti kita harus menjauhinya sama sekali. Kalau anti? Iya bisa-bisa ketinggalan jauh... Apalagi kita di Indonesia ini lebih banyaknya sebagai pengguna dari produksi teknologi dari negara lain, jadi harus benar-benar menjadi konsumen yang cerdas!

Sejak world wide web ditemukan, dan dengan semakin cepatnya internet dalam melayani dan mendukung banyak aktivitas sehari-hari kita, aplikasi-aplikasi yang menarik bermunculan (termasuk sarana saya untuk menuliskan ini). Baik yang dapat digunakan melalu komputer maupun melalui handphone, yang kini bukan lagi barang yang mewah, namun lumrah di miliki oleh kita, khususnya bagi masyarakat di kota-kota besar. 

Tentu, sekalipun melayani dan membantu kita, bukan tanpa efek adanya segala sarana tersebut. Bagi saya pribadi, yang percaya akan adanya dualitas, maka teknologi informasi-komunikasi pun punya dua efek: buruk dan baik. 

Dari sisi informasi 

[+] Kita dimudahkan dalam mendapatkan akses informasi, belum lagi nih dengan adanya kecepatan yang semakin bikin kita menjadi yang terdepan dalam hal mengetahui apa yang paling up to date di Indonesia, bahkan di belahan bumi manapun. Tentu tidak hanya soal berita saja. Kita pun bisa mencari perkembangan ilmu pengetahuan dengan pelbagai bahasa yang ada. Serta segala info yang kita butuhkan sehari-hari, misalnya untuk keperluan menyimpan sesuatu kita bisa mencari tahu soal dompet wanita maupun tas pria yang unik dan menarik maupun baju gamis yang hendak kita beli. Pun, kalau kita hendak mencari android maupun laptop murah, melalui teknologi informasi semuanya itu menjadi begitu mudah: tinggal klik dan klik tanpa harus repot keluar rumah.

[-] Meskipun kemudahan dihadirkan kepada kita melalui adanya teknologi informasi, kita pun harus tetap waspada karena acapkali dengan adanya informasi dari sana-sini dan persaingin sengit agar muncul di kolom teratas pencarian, kita justru mendapatkan informasi yang salah ataupun pepesan kosong belaka. Sudah banyak contoh kasus aneka informasi yang bertujuan untuk menipu dan menjebak, dan kita yang berniat baik pun justru terjerumus ke dalam kubangan lumpur hidup. Apalagi, tahu sendiri, kadang malah lebih banyak hasil copypaste ataupun bombasis, bimsalabin, daripada yang faktual dan orisinal. 

Dari sisi komunikasi

[+] Dengan adanya banyak aplikasi komunikasi yang dapat kita download cepat saat ini, menjadikan kita mudah dalam berhubungan dan menjalin relasi dengan siapapun, tidak ada halangan termasuk soal jarak dan waktu. Ini pun bisa menjadi acuan kita agar lebih hati-hati dalam mengakses ataupun mempercayai suatu informasi. Lihat-lihatlah kontak komunikasinya apakah ada feedback yang positif atau justru malah negatif. Iya, komunikasi. Sesuatu yang penting namun harus juga disikapi dengan bijaksana karena tidak jarang masalah pun bisa muncul dari kekeliruan komunikasi.

[-] Adapun dengan pembiasaan kita untuk berkomunikasi melalui media teknologi komunikasi, jelas tidak jarang menjadikan kita teralienasi ataupun terasingkan dari kehidupan nyata, yang mengharuskan kita bertatap muka secara langsung dengan sesama. Ini memang yang perlu diwaspadai, segala kemudahan baik dalam hal dapat data, belanja, ataupun sekadar memperoleh kesenangan hiburan, lambat laun dapat mengubah kebiasaan, dan itu, sialnya bisa menjadi suatu karakter, mending kalau positif, kalau negatif? Bukankah semuanya karena kebiasaan? Tidak adakah solusi?!

Selalu ada pemecahan dalam setiap masalah. Termasuk dalam hal teknologi informasi-komunikasi yang tidak sedikit manfaatnya. Itu kembali kepada kita selaku pengguna, dan bagi orangtua yang memberikan akses teknologi kepada anak-anak mereka pun harus memastikan bahwa mereka tetap dalam jalur yang sehat dengan jalan memberikan edukasi yang efektif dan terbuka.

Sebab internet dengan sifatnya yang dua arah: yakni mengunggah dan mengunduh, sangatlah rentan disalahgunakan. Dan kalau bukan kita sendiri yang melawan secara nyata segala godaan negatif, siapa lagi? Jadi memang kebaikan dari teknologi informasi dan komunikasi bisa diciptakan oleh siapa saja, begitupun aspek keburukan yang dihadirkannya. Nah, tinggal kepada kita, mau menjadi agen pengguna yang buruk atau yang baik? Mau menjadi penjual online yang amanah ataupun khianat? Mau menjadi pembeli yang cerdas atau sekadar yang penting beli? Mau menjadi blogger yang aktif ataupun pasif? Semuanya kembali kepada kita masing-masing. Seperti kata Konfusius di muka, tergantung kepada langkah kita soal keburukan dan kebaikan itu. 

Mau membiasakan kebaikan atau keburukan? Semua sama besar peluangnya...

[] 
Lomba ini diselenggarakan oleh IDCopy.net dan Eliska.id

4 komentar:

  1. setuju mas, kita idmudahkan dalam informasi dan berkomunikasi.

    Sukses Mas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, jadi lebih dimudahkan. Terima kasih, Nyi :)

      Hapus
  2. Balasan
    1. Iya, kiranya kita bisa menyiasatinya agar tidak terlalu terjerembab pada pengaruh yang negatifnya

      Hapus

suatu kata merindukan kata lainnya

L'homme est libre au moment qu'il veut l'être ― Voltaire