Sabtu, 28 Mei 2016

Kecerdasan dan Malam yang Dibagi Tiga

Syahdan, ada seorang lelaki yang dijuluki ayah anak kucing. Kalau dia perempuan mungkin saja dijuluki ibu anak kucing. Mengapa digelari begitu? Karena yang bersangkutan sangat sayang dan besar perhatiannya kepada anak-anak kucing yang acapkali sering ditelantarkan. Siapakah lelaki yang dimaksud itu?


Ia adalah Abu Hurairah. Salah satu sahabat Nabi Muhammad, yang pasca kepergiannya yang begitu menjadi duka bagi semesta, Abu Hurairah menjadi salah satu pakar hadis yang ternama. Banyak sekali, hadis-hadis dari Nabi Muhammad diriwayatkan melalui jalurnya. 

Mengapa Abu Hurairah bisa memiliki kecerdasan dan daya ingat yang luar biasa? Rupanya, selain karena yang bersangkutan meminta agar didoakan kepada orang lain, utamanya kepada baginda nabi yang mulia. Abu Hurairah kerap tidur lebih awal. Dan seperti dikatakan NatGeo Indonesia, hal itu ternyata bermanfaat tidak hanya bagi kesehatan, pun bagi otak.

Tidak hanya itu, Abu Hurairah kerap membagi malam-malamnya menjadi tiga waktu. Apa sajakah tiga waktu itu. Pertama adalah waktu untuk tidur. Dan ini ia lakukan lebih awal. Kedua waktu untuk ibadah malam. Ketiga waktu untuk belajar. Ibadah dahulu atau belajar dahulu? Ini situasional tentunya. Intinya malam-malamnya Abu Hurairah, Ayah Anak Kucing, tidak hanya untuk tidur semuanya. Tetapi ada waktu untuk ibadah dan juga belajarnya.

Keren banget kan, siangnya berguru kepada Nabi Muhammad, malamnya belajar mandiri!

Apa nggak boleh belajar sebelum tidur? Hmmm...

Kalau merujuk kepada pakar dahsyatnya impian sih, sebelum tidur itu waktunya introspeksi dan membuat semacam blue print mimpi, agar tersugesti alam bawah sadar kita. Jadi tidak terlalu dianjurkan mutlak belajar kecuali mengerjakan PR, itu pun kalau masih zaman hehehe. Namun tidak ada salahnya sih, sejauh malamnya tetap dibagi-bagi. Bagaimana pun ibadah terus, belajar terus, sama tidak baiknya dengan begadang terus.

Tubuh punya haknya untuk istirahat, bukan?

[]

16 komentar:

  1. setuju Mas Usup, semua ada porsinya, kapan belajar, kapan tidur :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yoi, termasuk kapan bermesra-mesra dengan-Nya :)

      Hapus
  2. Sungguh saat cerdas bisa membagi waktu dengan tepat dan sangat bijaksana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alah bisa karena biasa kali ya, awalnya pasti agak susah dan butuh bantuan jam weker... hehehe

      Hapus
  3. Saya juga pagi belajar, belajar ngeblog hehe, memang lebuh nyaman belajar ketika pagi hari

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak Evri
      Pagi hari lebih masuk dan cepet diserap yang namanya belajar--apapun

      Keren nih, blogger profesional ya :)

      Hapus
    2. Iya, Mbak Evri
      Pagi hari lebih masuk dan cepet diserap yang namanya belajar--apapun

      Keren nih, blogger profesional ya :)

      Hapus
  4. ini yang agak susah bagiku....mau tidur awal, si bocah masih melek...#alesan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, anak sekarang memang banyak godaannya jadi seringkali malah suka tidur larut...

      Hapus
  5. Saya pengen terus belajar banyak hal, karena keasyikan belajar, kadang suka luoa istirahat hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu dia kalau pembelajar sejati, kadang suka lupa dengan haknya badannya sendiri hehehe ayo jangan sampai kelupaan terus ya :)

      Hapus
  6. waah sharing ya bermanfaat banget nih...TFS mak

    BalasHapus

suatu kata merindukan kata lainnya

L'homme est libre au moment qu'il veut l'être ― Voltaire