Minggu, 22 Mei 2016

Kebodohan Penyebab KDRT

Saat aku menuliskan ini, telah selesai sebuah keributan (dan kini tengah dimediasi sama ketua RT) yang ditimbulkan oleh tetangga baru yang tidak jauh dari rumahku. Lagi-lagi, KDRT. Aku tidak tahu pasti masalahnya apa. Tapi terus terang saja, sebagai seorang yang pernah mengalami luka berat semacam itu, emosionalku sedikit terganggu, padahal hanya "mendengar" dan tidak melihat secara langsung.


Mengherankan memang, mengapa dalam sebuah keluarga, sebagai suatu institusi ujung tombak segala dimensi ke arah yang membangun, justru kerapkali timbul KDRT yang jelas-jelas menghancurkan? Hanya satu menurutku penyebabnya, KEBODOHAN. Tidak salah kemudian akibatnya timbul bencana yang merendahkan kemanusian dari anggota keluarga yang menjadi korbannya.

Memang sulit menjadi diri yang jernih dengan perasaan yang tak ubahnya setan. 

Sepertinya aku tidak akan tidur nyenyak malam ini. 

[]

2 komentar:

  1. BEdar juga ya kang kalau di pikir-pikir KDRT itu di sebabkan oleh KEBODOHAN dan KDRT pun bisa menimbulkan kebodohan, khususnya pada anak orangtua itu sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, sayangnya, kebodohan semacam itu bisa menjangkiti mereka yang sebenarnya berpendidikan tinggi. Kontrol emosi memang perlu dilakukan oleh siapa pun.

      Hapus

suatu kata merindukan kata lainnya

L'homme est libre au moment qu'il veut l'être ― Voltaire