Sabtu, 07 Mei 2016

Jangan Tidur dengan Lampu Menyala

Dan Tuhan menciptakan malam untuk kita dapat tidur, mengistirahatkan pikiran dan membebaskan tubuh dari beban keseharian… Tetapi, di era yang menuntut serba cepat ini, orang sangat mewaspadai tidur. Sampai-sampai, jangankan tidur siang, tidur cukup di malam hari saja kurang… Mengapa? 


Keadaan. Belum lagi, banyak pekerja yang harus memutar waktu hidupnya, malam dijadikannya siang, dan siang dijadikannya malam. Duh, tentu hal itu akan berisiko kepada kualitas kesehatan jika tidak didukung oleh asupan gizi dan aktivitas fisik yang benar. 

Apakah masalah jika tidur di siang hari ataupun hanya sedikit saja di malam hari? Tidak, kadang tidur bukan soal lama atau cepatnya, namun lebih kepada kondisi saat tidurnya. Di mana kita harus benar-benar berbaring di tempat tidur, dan menurut Masashi Saito (2009), lampu kamar jangan menyala atau tempat kita tidur harus dalam keadaan gelap. 

Mengapa? 

Karena, menurut Masashi Saito, mata kita, sekalipun terpejam, otak kita akan tetap mendeteksi cahaya untuk beberapa saat, sampai kemudian keluar hormon “melatonin” yang bagus bagi keperluan tidur yang berkualitas. Jika ada cahaya terus, niscaya hormon yang baik itu tidak akan dihasilkan karena terus bekerja mendeteksi cahaya. Kasihan, kan? Belum lagi kualitas tidur akan menurun, jadinya malah stres. 

Wah, bagaimana kalau yang waktu tidurnya siang hari? 

Ini agak repot ya sebenarnya karena seolah melawan kehendak alam ataupun sunatullah. Tetapi, mau bagaimana kadang kan kondisi berkata lain dan memaksa kita untuk mengambil keputusan yang cukup berisiko. Cara yang terbaik, ya menggunakan pelindung mata atau penutup mata (eyemask) agar mengurangi intensitas cahaya dan mengkondisikan agar otak mengira bahwa siang itu adalah malam hari. 

Jadi ingat pesan Rasulullah, bahwa kalau kita hendak tidur sebaiknya memadamkan api dalam artian penerangan ataupun lampu, rupanya terkait dengan kualitas tidur yang baik. Kalau saya sendiri, untungnya dari kecil malah tidak bisa tidur kalau lampu menyala, jadi pasti padam. 

Bagaimana dengan anak-anak yang takut akan gelap? Orangtua harus dapat memberikan edukasi soal masalah ketakutan tersebut. Rasionalkan anak-anak agar tidak trauma dengan yang namanya ruangan yang gelap. Bisa dengan jalan ditemani dulu tidur sampai kemudian anak terlelap dan lampu dipadamkan. Atau cukup memakai lampu yang redup… 

Kalau kamu, suka tidur dalam gelap apa terang? Atau malah tidurnya di siang hari? Well, tidur siang tetap perlu lho. Kalau sempat dan ada waktunya! 

[]

2 komentar:

  1. Kalo saya memutar waktu hidup, siang tidur dan malam nya kerja. terus saya kalau tidur pulang kerja lampunya suka nyala mas gmna tuh ? mana saya kurang olahraga lagi untuk sekarang ini :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perbanyaklah minum air mineral, kurangi soda. Mengapa menyala, apa nggak bisa dimatikan ya? Olahraga bisa dilakukan di mana saja, dan tdk perlu yg berat2. Apakah 7 hari dalam seminggu tidur di siang hari? Kalau ada libur baiknya perbanyak tidur, itu cara sederhana menikmati liburan pula hehehe

      Hapus

suatu kata merindukan kata lainnya

L'homme est libre au moment qu'il veut l'être ― Voltaire