Selasa, 17 Mei 2016

Bangun Pagi-pagi dan Toko 24 Jam

Dunia kita, di tengah laju teknologi yang semakin pesat, justru menambah kerumitan tersendiri dalam kehidupan. Mulai dari gaya hidup yang berubah dan makin beraneka ragam. Begitu pun dengan pemanfaatan waktu dalam satu hari yang kita lewati, kini sangat jauh dari “tradisi” masa yang lalu. Termasuk soal bangun pagi. Apakah di zaman yang dituntut on time dan prinsip time is money saat ini masih ada yang bangun siang? Tentu ada. Sayangnya, bukan itu problemnya.



Kalau harus jujur, memang jarang sekali yang bangun siang apalagi di hari-hari yang kita sebut dengan weekdays. Orang masuk kerja, pasti bangun pagi. Orang masuk sekolah, pasti masuk pagi. Dan lainnya. Tidak sedikit kegiatan kita justru membuat kita (terpaksa) bangun pagi, namun sayangnya itu terjadi umumnya karena rasa kekhawatiran ataupun ketakutan (manusia memang). Dan sialnya, seperti ajang balas dendam, pas akhir pekan malah bangun siang!

Apa salah? Tidak, hanya saja, sebagai sebuah kebiasaan yang dirasakan manfaatnya, bangun pagi itu harusnya menjadi sesuatu yang rutin. Termasuk di akhir pekan atau sering kita sebut dengan weekend! Masalahnya memang, kita tidak pernah benar-benar bangun pagi-pagi. Kita hanya menyesuaikan agar tidak terlambat. Jadi, sekalipun bangun pagi, yang hadir adalah robotisme. 

Dan kita pun, tak ubahnya toko 24 jam pada akhirnya. Lalu kehadiran semakin banyaknya toko 24 jam pun memang merusak pada dasarnya, namun mau bagaimana lagi, tidak sedikit dari kita memang malamnya menjadi siang dan siangnya menjadi malam. Bahkan beberapa betul-betul tidak mengenal yang namanya tidur cukup sesuai anjuran teori.

Apa pentingnya bangun pagi-pagi dengan upaya bangun pagi pada umumnya?

Pertama, bangun pagi-pagi, menambah waktu “on” kita pada hari itu, dan tentu saja itu bisa kita manfaatkan demi kualitas diri yang lebih baik lagi. Bahkan waktu tambahan dari bangun pagi-pagi itu sehingga tidak ada istilah “masih pagi ini”, bisa menjadi “me time” kita masing-masing, yang dapat kita gunakan termasuk untuk meningkatkan hubungan dengan sang pencipta, Allah YME. Atau, kita yang semakin merasa sibuk ini, dengan waktu tambahan itu, bisa memiliki kesempatan untuk membaca buku. Pokoknya memanjakan diri. Dan tidak menjadi pribadi yang terburu-buru seumpama mesin.

Sebagai manusia yang dianugerahi akal pikiran, kiranya sangat menguntungkan bangun pagi itu, apalagi, menurut Yukio Funai, “bangun pagi mencerdaskan diri.” Apalagi kalau bisa bangun pagi tanpa harus memasang peringatan agar terbangun. Tetapi, tidak mengapa untuk latihan awal.


Bagaiman agar bisa bangun pagi secara alami? Tidurlah lebih awal, atau jangan sampai lewat dari jam 10 malam menurut kebanyakan pakar. Dan hindari begadang sebisa mungkin, dalam artian janganlah seperti toko 24 jam. Bagaimana pun, tubuh jasmaniah kita butuh yang namanya istirahat, tidur yang cukup, bukan berlebihan, sekalipun itu di akhir pekan. Bukankah begitu seharusnya?

[]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

suatu kata merindukan kata lainnya

L'homme est libre au moment qu'il veut l'être ― Voltaire