Selasa, 24 Mei 2016

Apa Untungnya (Hobi) Membaca Buku?

Before this generation lose the wisdom, 
one advice - read books.” 
 ― Amit Kalantri

SETIAP bangsa pasti memiliki kebijaksaannya sendiri. Dan mengapa aku membuka entri kali ini dengan kutipan dari Amit Kalantri bukan karena aku dengannya sama-sama lelaki ataupun tahun lahirnya sama denganku, 1988. Tetapi aku sadar itu pula yang dihadapi kita saat ini "lose the wisdom", terkait generasi penerus bangsa ataupun pada kita saat ini. Sebagai penulis muda asal India, pemikiran Amit Kalantri sangat brilian, bahwa membaca buku-buku menjadi salah satu cara mencegah segala bentuk dekadensi. Ini tentu tidak lepas dari kebiasannya membaca. 

Memang, apa untungnya (hobi) membaca buku?


Salah satunya, dapat menghasilkan pemikiran yang brilian, misalnya seperti quote dari Amit Kalantri. Sekalipun aku seorang yang hanya selesai menempuh pendidikan formal sampai jenjang SMA, tetapi aku menyadari bahwa belajar itu tidak mengenal kata selesai. Sebagaimana dikatakan oleh Jeddu Khrisnamurthi, "bahwa hidup kita ini merupakan proses belajar." Dan membaca buku-buku merupakan salah satu bentuk belajar mandiri bagiku di tengah kian menjadinya dahagaku akan ilmu.

Apakah kemudian aku dapat dikatakan sebagai pecinta buku? Belumlah dapat aku ini dikatakan demikian, namun memang aku cukup senang dengan yang namanya membaca buku-buku, apalagi jika itu buku yang belum pernah aku baca sebelumnya. Rasanya itu girang banget deh. Melebihi dari bertemu seseorang yang menarik secara fisik. 

Kembali ke pertanyaan di atas, apa untungnya (hobi) membaca buku? Bicara untung-rugi itu menurut sangat relatif. Orang kadang sudah cukup saja merasa untung, tetapi ada yang kalau lebihnya tidak banyak merasa buntung. Apa begitu pula dalam halnya membaca? Bagi aku sendiri sih membaca itu membuat aku tetap semangat dan mengobati rasa dahaga aku akan ilmu (pengetahuan) yang setara dengan investasi dalam bidang finansial.

Ternyata, ada untung lainnya juga, yang aku pun baru menyadari. Sekali waku aku berkunjung ke cekaja.com yang  merupakan salah satu portal finansial di Indonesia yang sangat membantu kita karena menyajikan solusi dalam hal finansial konvensional maupun syariah. Dan uniknya banyak info menarik lainnya.

Salah satunya tentang hobi yang terkait dengan buku. Bahwa kecintaan terhadap buku, alias bagi si pembaca bukunya, ada beberapa jenis pekerjaan yang menjanjikan bagi mereka. Dan menurutku beberapa peluang itu memang sangat bermanfaat dan dapat dilakukan oleh mereka yang hobi membaca buku. Adapun peluang menjanjikannya itu adalah...


Menjadi blogger
Menjadi book reviewer
Menjadi book hunter
Menjadi editor
Menjadi pustakawan/pustakawati
Dan menjadi korektor

Apakah hanya itu, sebenarnya masih banyak, karena dari membaca aneka buku pada dasarnya kita bisa menjadi apa saja, sesuai dengan kecenderungan buku yang kita baca itu. Apa sih yang nggak mungkin bagi seorang yang memiliki perpustakan di dalam kepalanya?

Hanya saja, yang namanya hobi, kadang tidak selalu memikirkan hal-hal yang sebenarnya menjanjikan dari hobinya tersebut, ibaratnya menghasilkan pundi-pundi dari hobi itu hanyalah semacam bonus, karena hobi itu sendiri yang penting. Apakah tidak akan terkesan sia-sia  dan buang waktu kalau hanya menjadikan membaca buku sebagai hobi semata? Oh my god!

Tidak ada kata percuma kalau kita nyaman menjalaninya. Tapi bukan tidak mungkin ke depannya aku bisa menjajaki peluang-peluang sebagaimana yang ditampilkan portal cekaja.com  tersebut. Tidak ada salahnya mencoba dan berusaha, bukan?

Well, apakah kalian pun hobi membaca buku dan merasa untung karenanya? Yuk saling berbagi pandangan biar semakin banyak yang hobi membaca. 9(^>^)9

25 komentar:

  1. bisa juga jadi kolektor buku ya, atau jual beli buku bekas hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, tetapi jangan terlalu kayak kolektor yang antiberbagi ya hahaha... dan soal jual beli itu... bisa juga sih... itung-itung sistem subsidi biar bisa kebeli buku baru yang belum pernah dibaca tentunya.

      Hapus
    2. antiberbagi dalam tanda kutip kan? iyalah coba jualan buku bekas layak baca secara online siapa tahu ada pemintanya lho

      Hapus
  2. Yoi dalam tanda kutip dan dalem arti yg sempit. Kalau nggak karena mepet2 bgt mah nggak mungkin barang koleksi dikeluarkan Hahahaha ya makasih buat sarannya nanti coba deh

    Jadi pembelinya ya :p

    BalasHapus
  3. saya dan anak perempuan saya juga sangat suka membaca, jadi lebih banyak tahu dengan membaca, itu manfaat yang paling terasa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menyenangkan sekali pasti kalau orangtua dan anak sama-sama gandrung membaca :)
      Dan ngeblog pula

      Hapus
  4. Banyak baca buku, banyak koleksi buku...dan banyak pinjam buku...itulah saya...hehehe...oke, banyak baca buku dari genre apa pun, baik fiksi maupun nonfiksi, amat menguntungkan bagi saya....saya jadi enggak membosankan kalau diajak ngobrol berlaman-lama (kan banyak ide dari buku-buku yang telah saya baca), dan di kemudian hari ternyata memudahkan pekerjaan saya sebagai pekerja di penerbitan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, pengalaman berharga sekali ini. Semoga kelak saya pun mendapatkan "karma" tersendiri atas hobi saya ini hehehe

      Asyik nih banyak koleksinya *nunggudilebarinbuku* hehehe

      Hapus
    2. hehhehe...semoga kelak kauterima karma indahmu itu...

      Hapus
    3. Amin amin amin
      Terima kasih ya, Mbak Agustina

      Hapus
  5. keuntungan membaca buku membuat yang belum tahu menjadi tahu :) dan melatih ucapan dan mata agar terhindar kurangnya olahraga mulut dan mencegah terjadinya penyakit mata seperti Min atau Plus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wow thanks banget ya tambahannya, tetapi membaca di layar kaca tentu harus diwaspadai juga soalnya kurang baik bagi kesehatan mata hehe

      Hapus
  6. membaca adalah kebutuhan jiwa. tanpa membaca jiwa terasa kering. minim solusi minim inovasi. betapa membacalah yang Allah perintahkan pertama kali kepada nabi saw. yuk membaca. kontesnya asik nih kayaknya ... hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mari Hehehe
      Beuh cadas emang... sebagaimana badan butuh akan makanan jiwa pun butuh akan bacaan ya...

      Hapus
  7. Aku suka baca buku.Penghuni tetap perpustakaan dari SD,SMP,SMA dan kuliah.Kalau rajin baca buku biasanya orang jadi bisa nulis.Meskipun tulisan nonfiksi.Nggak harus bisa nulis fiksi juga sih.Tapi banyak banget deh keuntungannya.Meskipun sudah emak emak dan jadi IRT otak tidak tumpul.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Great!
      Saya malah waktu sekolah nggak aktif di perpustakaan, untung saja di kemudian hari setelah lulus sekolah saya malah lebih suka membaca dibandingkan saat sekolah. Iya, kadang koleksi buku di perpus jadi alasannya, termasuk kurangnya motivasi dari para sivitas di sekolah pada saat itu. Duh aku ini perlu didorong2 terus kayaknya. Payah. Namun alhamdulillah sekarang tanpa disuruh pun asyik sendiri dengan buku-buku hehehe

      Hapus
  8. Aku suka baca buku.Penghuni tetap perpustakaan dari SD,SMP,SMA dan kuliah.Kalau rajin baca buku biasanya orang jadi bisa nulis.Meskipun tulisan nonfiksi.Nggak harus bisa nulis fiksi juga sih.Tapi banyak banget deh keuntungannya.Meskipun sudah emak emak dan jadi IRT otak tidak tumpul.

    BalasHapus
  9. Melatih imajinasi juga sepertinya.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, makanya Albert Einstein sempat menyarankan kita dan anak-anak lebih banyak membaca dan dibacakan dongeng biar imajinasi semakin kaya dan berkembang

      Hapus
  10. Saya jadi ingat ucapan Milan Hubl, sejarawan Ceko. Dia pernah bilang bahwa untuk menaklukkan suatu bangsa cukup dengan merusak ingatannya. Musnahkan buku-buku, kebudayaan, dan sejarahnya. Lalu, perintahkan seseorang menulis buku-buku baru, membangun kebudayaan baru, dan menyusun sejarah baru. Tak akan lama, bangsa itu pasti akan lupa pada masa kini dan masa lampaunya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali bang Irham. Itu pula yang dilakukan oleh Snock agen kerajaan belanda pada masa dahulu untuk menghancurkan apa yang fundamen dalam bangsa ini

      Hapus
  11. Hobi membaca buku itu untung banget, karena membaca buku, saya jadi bisa seperti sekarang ini, mencari uang lewat internet. Dan hobi saya ini terus saya tekuni, hasilnya tak kalah sama orang gajian di daerah saya. Btw komentar baliknya ya di https://amir-silangit.blogspot.co.id/2016/05/ternyata-hobi-layangan-di-campur.html terimakasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salut dengan mas Amir, yang semakin profesional, semoga saya dapat mencontoh langkah prograsif dalam dunia internet ini ya :)

      Hapus

suatu kata merindukan kata lainnya

L'homme est libre au moment qu'il veut l'être ― Voltaire