Jumat, 15 April 2016

Sebuah Buku yang Mengajak Pandang-memandang Buana Tambang

Mining is the art of exploiting...- T.A. Rickard
Sampul Buku "Buka-bukaan Dunia Tambang" dok. pribadi


DALAM setiap profesi pasti ada seninya, begitupun dalam setiap usaha pasti ada segi seninya, termasuk dalam bidang pertambangan. Tetapi, mengapa media seringkali menurunkan berita yang tidak mengindahkan dunia pertambangan? Apakah tidak ada kabar baik sama sekali dari jagat pertambangan?



JAWABANNYA ADA! Bahkan kini, salah satu perusahaan tambang dengan sengaja melakukan suatu upaya agar kita bisa tahu secara langsung bagaimana proses seni eksplorasi itu berlangsung dengan tetap berlandaskan kepada wawasan lingkungan serta prinsip berkelanjutan. Ada yang tahu perusahaan yang dimaksud?


Benar



PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT)! Melalui Program Newmont Bootcamp, PTNNT memulai semangat keterbukaan kepada masyarakat luas di Indonesia yang menjadi pesertanya untuk dapat melihat secara langsung bagaimana proses kegiatan pertambangannya serta memberikan kesan tertulis maupun visual ke media sosial masing-masing.



Dan kini, setiap mata dapat turut memandang melalui hasil karya dari para peserta Newmont Bootcamp yang dihimpun dalam sebuah buku berjudul Buka-bukaan Dunia Tambang: Kumpulan Cerita "Sustainable Mining Bootcamp" yang diterbitkan oleh Pastel Books



Dalam buku tersebut, yang ditulis oleh para peserta yang berasal dari latar belakang yang beragam, menyajikan suatu menu bacaan yang menarik, unik, dan apa adanya sebagaimana yang terlihat di lapangan, dan dengan gaya menulis masing-masing. 



Semuanya hadir dan mengalir, tidak ada kesan tekanan dari pihak PTNNT. Lagi pula, dikatakan oleh Rubi W. Purwono terkait program tersebut:



dok. pribadi


Apa artinya? Semua tulisan yang tersaji dalam buku Buka-bukaan Dunia Tambang merupakan murni pendapat dan pandangan dari para peserta, karena itulah bahasa dan cara penyampaiannya begitu khas dan tidak dibuat-buat untuk pihak tertentu. 



Karena itu pulalah dipilih judul resensi atas buku ini "Sebuah Buku yang Mengajak Pandang-Memandang Buana Tambang!" Apa artinya? Pandang-memandang merupakan salah satu prinsip harga-menghargai. 



Dunia tambang adalah keniscayaan yang nggak bisa kita tolak. Sebagai negeri yang dipenuhi sumber daya alam, eksplorasi mau tidak mau harus dilakukan sebagai bentuk syukur dan pemanfaatan untuk kemajuan bangsa.



Dari buku yang ditulis oleh mereka yang memang outsider, kita bisa banyak mendapatkan kesan dan kisah. Mulai dari adanya Para Pencari Tuhan di Area Tambang (hlm. 55). Kita pun menjadi tahu tentang kondisi Lingkar Tambang Newmont Nusa Tenggara (hlm. 77). Belum lagi, dengan dekatnya momen Hari Kartini, kita pun diajak menengok kenyataan bahwa ada Perempuan-perempuan Tangguh di Balik Dunia Tambang (hlm. 59). Dan masih banyak yang lainnya, dimana kesemuanya membuka mata kita untuk lebih luas memandang segala aspek tidak sekadar pada satu segi saja.



Dari bacaan tersebut, pembaca pun bisa tahu sejauh mana kontribusi dari PTNNT, misalnya seperti ini:



dok. pribadi
SATU hal lagi, tidak hanya soal di Batu Hijau. Kita pun diberikan sajian tentang kondisi di Buyat. Kita tentu pernah dengar berita yang kurang menyenangkan kondisi di Buyat, bukan? Di sini, melalui pandangan peserta dihadirkan kepada kita kondisi terkini hasil reklamasi di Buyat.

Pastinya kita bersukacita atas segala itikad baik dari setiap pengusaha dalam proses eksplorasinya tetap mementingkan kepentingan lingkungan yang berkelanjutan serta terbuka dan tidak ada upaya tutup-menutupi. 

Dan apa yang dituliskan oleh para peserta Program Newmont Bootcamp dalam buku Buka-bukaan Dunia Tambang menjadi satu bentuk penyadaran pula bagi kita agar lebih berimbang dalam meninjau sesuatu. Mengingat sumber daya alam tidak lepas dari yang namanya sumber daya manusia.

dok. pribadi


Dan karena segalanya berisiko, yang mungkin dapat kita lakukan adalah meminimalisir segala risiko agar tidak berimbas terlalu luas, lama, serta besar. Kalau tidak berani mengambil risiko, apakah kita termasuk bersyukur atas pemberian Tuhan berupa SDA yang melimpah? Tentu bukan begitu yang diharapkan. Bagaimanapun, jika kita sadar bahwa segalanya ada seninya, maka pasti, kita akan menghasilkan dan berbuat yang terbaik.

Suatu buku yang laik dibaca sebagai penyeimbang di tengah semakin galaunya dunia pemberitaan di media massa. 

[]

2 komentar:

  1. Waw. Ini sepertinya bisa masuk dalam daftar belanja buku nih. Hehe. Penting kita tahu bagaimana pertambangan negara dikelola, sehingga ketika media massa heboh, kita bisa menganalisis, beria mana yg bohong, berita mana yang jujur. Serta kepentingan2 yang tetunya ada di balik kasus heboh nusantara mengenai tambang.


    Salam kenal Mas Usup. Senang berkunjung ke blog Anda.


    Fahrizal Mukhdar
    fahrizalmukhdar.blogspot.co.id

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal kembali, Mas Fahrizal. Terima kasih atas kunjungannya. Begitulah, semakin banyak referensi apalagi dalam hal buku bukan sekadar berita di media sosmed misalnya, kita akan lebih dapat memandang secara komperhensif dan tidak berat sebelah.

      Segalanya bisa berubah dan di laur dugaan, dan kita harus pandai-pandai memang menganalisisnya. :)

      Soal heboh, bangsa kita ini memang gampang dibikin heboh hahaha

      Hapus

suatu kata merindukan kata lainnya

L'homme est libre au moment qu'il veut l'être ― Voltaire