Rabu, 27 April 2016

Keyakinan Merupakan Pangkal Segalanya

"Kepercayaan membuat segala sesuatu 
menjadi nyata"
—Dr. William James


Ingat lima perkara, sebelum lima perkara… sehat sebelum sakit… Dan kita bisa kembali sehat dengan upaya pengobatan. Dan jihad dalam rangka mengobati suatu penyakit ini terkadang banyak alternatifnya, sampai-sampai kadang bikin geleng-geleng kepala. Misalnya saja, harus makan ini, harus minum itu. Apakah kemudian sembuh dengan begitu? 


Tidak selalu. Namun kesempatan untuk nyatanya kesembuhan itu bergantung kepada rasa yakin dari pasien itu sendiri. Sama halnya dengan air zam-zam dalam terminologi Islam memiliki khasiat yang luar biasa dan banyak, itu pun kembali kepada niat atau yang diyakini oleh si peminum. 

Tentu saja soal keyakinan ini tidak hanya soal pada perkara pengobatan. Semuanya, termasuk segala masalah di dunia ini, acapkali justru di pengaruhi oleh suatu keyakinan ataupun kepercayaan—dalam hal ini bedakan dengan agama. Jadi sangat pending dan menjadi suatu pangkal dalam selesai dengan baik. 

Apakah selalu begitu? Iya tidak sih, nggak mutlak keyakinan bikin nyata sesuatu. Namun demikian kita sejak dalam pikiran dapat meyakini bahwa sesuatu bisa menjadi kenyataan. Dan itu tergantung kepada akal manusia itu sendiri kalau kata Napoleon Hill, dimana dengan itu kita bisa mewujudkan apa yang diketahui dan diyakini. 

Bahkan soal keyakinan ini tidak beda dengan niat, ada yang baik dan ada yang buruk. Itu adalah pilihan yang kita terapkan pada diri sendiri, sesama, dan lingkungan. Maka kembali kepada kita apa yang hendak dikembangkan dalam hal keyakinan yang merupakan pangkal segalanya itu. Semua tetap bukan tanpa risiko tentunya. 

Namun begitu, terus terang memang tidak mudah, bahkan untuk sekadar yakin yang didasari dan muncul dari sanubari sendiri. Acapkali kita terbawa arus mode yang tengah populer. Apakah bahaya? Tidak juga sejauh itu suatu hal yang diyakini baik. Hanya saja memang, harusnya dalam mewujudkan suatu hal itu tidak boleh di bawah tekanan intervensi. Jadi harus berdasar kehendak bebas, agar seuatu yang diharapkan itu benar-benar terwujud dengan tekad kepercayaan yang bulat. 

Dan aku kadang masih kurang bulat dalam hal kepercayaan. Duh.

[]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

suatu kata merindukan kata lainnya

L'homme est libre au moment qu'il veut l'être ― Voltaire