Minggu, 17 April 2016

Ketika Zeng Zi Ditanya, “Sarjana Harus Apa?”

Apa yang menarik dari seorang bijaksana? Adalah pendapatnya yang tidak pernah hilang ditelan zaman. Sejak diucapkan, akan senantiasa relevan sampai kapan pun. Itulah mengapa, nyaris semua pengajar aliran merupakan orang-orang yang bijaksana, sekalipun setelah merekanya tiada, acapkali para pengikut malah berlebihan dan memuja mereka sebagai Tuhan. Padahal, yang penting adalah petuahnya itu untuk dijalani, bukan sosoknya untuk dipuja-puji.

            Di Indonesia, yang namanya sarjana tidak sedikit jumlahnya, banyak diantaranya malah melanjutkan ke jenjang sarjana utama atau magister dan program doktoral. Semuanya itu menandakan jumlah dari sumber daya manusia yang cendekia. Walaupun tidak sedikit pula yang masih kesulitan mengenyam pendidikan.
            Seharusnya dengan banyaknya ahli itu, sedikit banyak dapat membantu mereka yang kurang beruntung itu. Tetapi, memang tidak mudah menjadi seorang pakar. Sudah bukan rahasia umum lagi kan kita mendengar banyak sarjana bodong? Ini kabar yang sangat menyedihkan. Lalu apa yang disarankan oleh Zeng Zi?
            Dalam Wise Men Talking Series, Confucius Says, Zeng Zi ditanya soal sarjana itu harus apa, dan katanya, “Seorang sarjana harus BERTEKAD dan BERPRINSIP yang TEGUH, sebab bebannya berat dan jalannya panjang. Mempraktikkan kebajikan di dunia adalah bebannya. Berat, bukan? Hanya ajal yang mengakhiri perjalanannya. Panjang, bukan?”
            Itulah kenyataan yang dihadapi oleh para cendekiawan pada dasarnya, mempraktikkan kebajikan atas pengetahuan yang dimiliki. Dan itu berlaku sepanjang hidupnya. Adakah yang sadar akan hal itu? Boleh jadi masih hanya hitungan jari yang benar-benar memahami dari  kewajiban atas kesarjanaan yang disandang. Kiranya, siapapun yang tengah menempuh ataupun yang sudah diwisuda menjadi sarjana tidak akan berhenti untuk terus mempraktikkan kebajikannya.
            Satu hal lagi di sini, sarjana dalam artian orang yang berpengetahuan tidak hanya dalam artian yang sempat mereka yang sudah menyelesaikan studi di strata satu di perguruan tinggi, tetapi siapa saja. Bukankah pengetahuan bisa didapatkan di mana saja, dan tidak hanya di bangku sekolah ataupun perkuliahan? Maka memang tugas kita semua mempraktikkan kebajikan. Berat memang, namun itulah yang membuat kita bernilai di dunia ini, utamanya di mata Allah.



[]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

suatu kata merindukan kata lainnya

L'homme est libre au moment qu'il veut l'être ― Voltaire