Selasa, 19 April 2016

Edi AH Iyubenu dan Allah yang Selalu Tahu

Kesungguhan dan keikhlasan adalah wujud Iman dan IslamIbn Taymiyah

Kunci penguat antara kesungguhan dalam mewujudkan niat yang ikhlas untuk Allah adalah jujur—mata uang yang laku di mana saja. Dan itulah kurang lebih yang diimani sebagai wujud berislamnya seorang Edi Ah Iyubenu dalam membangun bisnisnya. Bagaimana bisa hal itu dapat membawa selamat dalam melewati usaha—yang selalu berat sifatnya?

            Benar memang bahwa setiap usaha apapun, apalagi yang bentuknya bukan warisan perusahaan—dalam artian merintis dari nol itu; berat, lelah, bikin berdarah-darah, dan berlinang airmata. Hal itupun diakui Edi AH Iyubenu—yang merupakan nama lain dari Edi Mulyono, CEO DIVA Press Group, dalam buku terbarunya yang berjudul Dari Allah, Oleh Allah, dan Untuk Allah: Kisah Nyata 15 Tahun Perjalanan DIVA Press Group.

            Sangat menarik memang kisah yang diuraikan olehnya dalam buku yang tebalnya tidak seberapa, namun isinya luar biasa kaya pengalaman dalam membina bisnis, yang bisa dibilang dari nol. Apalagi, latar belakangnya sangat jauh sekali dari dunia bisnis. Namun demikian, bisa dimafhumi, sebagai seorang pembelajar ia pun ingin menjadi seorang pengusaha yang turut serta mencerdaskan umat. Sekalipun dalam perjalanannya ia kerapkali kena tipu oleh mereka yang hendak dicerdaskannya itu. Itu saja sudah menyedihkan.

            Apa patah arang? Sama sekali tidak. Selain karena didukung oleh seorang istri, yang siap sejak awal menikah untuk hidup prihatin. Langkahnya pun didukung oleh kedua orangtua, baik ibu maupun abahnya. Bahkan, pesan bapaknya selalu dipegang erat, yakni jangan pernah mengkhianati amanah, sebab itu kunci keberhasilan. “Sekalipun yang kamu curangi tak tahu, Allah selalu tahu,” begitu pesan penguat niatnya dari orang terdekatnya.

            Bicara soal Allah selalu tahu, kita menjadi ingat dengan satu pandangan dari seorang bijak, katanya, “Tuhan Mahatahu, tetapi Menunggu.” Begitula! Apa yang Allah tidak ketahui dari kita? Bahkan daun jatuh di tengah belantara hutan yang masih perawan sekalipun, Allah tahu itu. Apalagi hati kita—yang berada dalam genggaman tangan-Nya.

            Masalahnya adalah, kita yang tahu akan hal itu menjalankan hal yang semestinya atau tidak. Di sini adanya kehendak bebas dalam memilih. Dan Allah tidak pernah berlaku zalim. Semua ada konsekuensinya tersendiri. Maka, Edi AH Iyubenu pun memilih untuk mengikuti logika polos orangtua dalam membina bisnis. Bahwa kuncinya adalah amanah. Hal itu pula yang menjadi ciri sifat Rasulullah, bukan? So, nggak ada alasan buat nolak advis tersebut.

            Syahdan, dimulailah terus perjuangannya, cetak pertama sampai kemudian cetak terus. Usaha penerbitan bukunya tidak selalu berjalan cepat, tetapi karena niat lurus dan hati tulus, semuanya berjalan mulus sampai tahun 2016 ini menginjak pada usia 15 tahun. Suatu masa yang tidak sebentar untuk ukuran usaha penerbitan buku.

            Dan sejak dimulai, langsung muncul masalah. Untungnya, Allah selalu menghadirkan solusi atas segala problematika hidup—sekalipun dunia semakin kapitalis—Allah tetap menunggu usaha menggapai pemecahan dari setiap hamba yang diuji-Nya. Mulai dari uang yang tinggal 15.000 rupiah. Belum lagi nafkah untuk istri dan buah hati. Sampai-sampai, dikisahkan dalam perjalanan nyatanya tersebut, Edi AH Iyubenu sampai menggadaikan mas kawin pernikahannya yang ternyata tidak bisa ditebus sama sekali. Tragis. Namun selalu ada ujung yang manis bagi mereka yang berserah diri kepada Allah.

            Dengan prinsip dari Allah, oleh Allah, dan untuk Allah, ia terus berusaha tumbuh, dan kisah yang ditulisnya sangat menumbuhkan semangat umat. Apalagi disajikan dengan gaya yang ngalir, dan bikin nyengir kuda di tengah-tengah bagian yang dramatis-tragis. Luar biasa memang. Harusnya sih, pembaca menjadi lebih aware dengan yang namanya buku setelah membaca buku ini. Bahwa “jendela dunia” itu dihasilkan dari jerih payah, yang harus kita hargai. Dan alangkah baiknya jika para praktisi penerbitan pun membaca kisahnya ini, agar tidak selalu berorientasi kepada materi belaka.

            Sebuah buku yang laik baca. Dan bisa didapatkan melalui—dikarenakan tidak dijual bebas (?)—Buku ini hanya bisa dipesan di Kak Nita (SMS/WA 0818 0437 4879) atau datang langsung ke kantornya: CV DIVA Press, Sampangan gang Perkutut 325 B, Baturetno Banguntapan, Jalan Wonosari km 7 Jogjakarta 55798 dengan mengganti biaya cetak Rp. 15.000,-

            Terima kasih kepada A. A.—seorang kawan, yang menghadiahi saya buku yang belum pernah saya baca sebelumnya ini. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semuanya. Amin.

            []

4 komentar:

  1. Waaaah bukuny bagus ya Mas, inspiratif sekali.. Kesuksesan kita memang semuanya berasal dari Allah ya..

    BalasHapus
  2. Doakan, Bang! Doakan saya, semoga bisa menjadi pengusaha yang tahan banting! Semoga saya bisa membangun kota saya tercinta! Amin.

    Bukunya sepertinya sangat bagus untuk saya. hehe.
    masukkan dalam daftar keinginan ah.

    terima kasih sudah berbagi, Bang!

    BalasHapus

suatu kata merindukan kata lainnya

L'homme est libre au moment qu'il veut l'être ― Voltaire