Sabtu, 16 April 2016

Beberapa Nasihat yang Penuh Hikmat dari Ali Kepada Hasan

Tidak berbeda dengan seorang Bapak pada umumnya, Ali ibn Abu Thalib radlyallahu anhu, sebagai ayah dari Hasan radlyallahu anhu pun kerap kali memberikan nasihat-nasihatnya. Dan sebagai halnya nasihat, kehadirannya selalu relevan sepanjang zaman. Karena itu pulalah, rasanya menarik kalau di sini kita sama-sama kembali menerungi advis dari Ali ibn Abu Thalib radlyallahu anhu. Selamat meresapi!



• Hidupkanlah hati dengan selalu menyebut nama-Nya. Berpegang teguhlah pada agama Allah. Tiada hubungan yang lebih kokoh selain hubungan dengan Allah. 

• Sebaik-baik budi pekerti adalah bersabar. 

• Ulama itu bukanlah yang pinter kebelinger, juga bukan yang ambivalen. 

• Kita tidak dibenarkan mengagumi diri sendiri. 

• Bukalah pintu rahmat-Nya dengan memperbanyak doa. 

• Setiap orang yang bergegas akan segera menemui tujuannya. 

• Rezeki yang sedikit dari Allah—harta yang halal—jauh lebih baik ketimbang yang banyak dari selain Allah—harta yang haram. 

• Hidup miskin disertai kendali diri itu jauh lebih baik dari hidup kaya tetapi bergelimang dosa. 

• Siapa banyak bicara, dia pasti berpeluang banyak berbohong. Tetapi siapa mau berpikir, pasti beroleh petunjuk. 

• Kadang kala obat itu menjadi penyakit. Sebaliknya, rasa sakit seringkali menjadi obat. 

• Seburuk-buruk makanan adalah rezeki yang haram. 

• Akal merupakan alat kontrol pengalaman. Dan sebaik-baik pengalaman adalah sesuatu yang memberi pelajaran pada diri. 

• Tidak semua orang memperoleh apa yang dinginkan. Tidak semua barang hilang kembali lagi. Ikhlaslah dalam menjalani kehidupan. 

• Segala sesuatu memiliki akibat dan konsekuensi. 

• Seorang pedagang ada kemungkinan merugi. Barang yang sedikit seringkali lebih menguntungkan dibanding barang yang berlimpah.

 • Tidak ada nilai yang baik dari seorang penolong yang menghina. 

• Tidak ada artinya teman yang penuh curiga. 

• Tetaplah mempererat tali persaudaraan. 

• Menciptakan perdamaian lebih baik daripada menabuh genderang peperangan. 


Demikianlah beberapa nasihat yang penuh hikmat dari seorang yang pernah menjadi khalifah di eras khulafa Islam selepas Rasulullah tiada lagi di dunia ini. Semoga ada yang dapat kita jadikan pegangan untuk memperteguh keimanan dan keislaman di kehidupan dunia yang memperdaya ini. Adapun semua kutipan kata mutiara tersebut saya sarikan dari buku Surat-surat Politik Imam Ali.  

Amin. 

[]

2 komentar:

  1. Saya jadi ingat komentar, Bang Usup di blog saya yang "ambivalen" itu, dan saya gak mau pinter tapi keblinger. Saya maunya keblinger tapi pinter. Hehehe

    Amin.. makasih atas kunjungannya ke blog saya, Bang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kegilaan merupakan salah satu ciri dan tanda kecerdasan seseorang. Acapkali yang jenius itu dianggap gila bukan? Hehehe

      Sama-sama, ya. Semoga kamu makin pinter tapi kagak kebelinger ya hahaha

      Hapus

suatu kata merindukan kata lainnya

L'homme est libre au moment qu'il veut l'être ― Voltaire