Kamis, 24 Maret 2016

Terasi, Si Hitam yang Menawan


TIDAK hanya dikenal di Indonesia, terasi populer di Malaysia dan di banyak negara Asia lainnya dengan sebutan khasnya masing-masing. Tambahan pangan yang satu ini aroma dan rasanya sangat khas, dan itu yang bikin aku agak kurang suka. Tetapi, bagaimana dengan gizinya? Bagus nggak sih terasi itu?

Sebagaimana tempe, terasi merupakan hasil fermentasi. Dan manfaat utamanya itu sebagai komponen bumbu. Ibuku di rumah tidak jarang bikin sambal pakai terasi sehingga disebut sambal terasi. Aku kadang nyoba-nyoba juga, tetapi memang tidak terlalu doyan makanan yang pakai terasi. Subjektif ya?


Lalu apa yang objektifnya? Kalau bahan baku pembuatnya itu berkualitas dan cara bikinnya pun apik, terasi bisa sangat bermutu dan bergizi karena penambah citarasa yang satu ini ternyata kaya sekali dengan protein.

Apa saja zat gizinya? Rupanya, dalam terasi itu selain ada protein ada juga lemak, kalori, karbohidrat, kalsium, fospor, besi, vitamin A, vitamin B1 dan air (Direk. Gizi Depkes RI 1992). Kaya banget kan? Jadi, sesekali memang nggak apa-apa konsumsi penyedap yang satu ini. Bedalah dengan penyedap lainnya yang cenderung pakai perasa buatan!

Kalian bagaimana, suka terasi?

[]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

suatu kata merindukan kata lainnya

L'homme est libre au moment qu'il veut l'être ― Voltaire