Rabu, 30 Maret 2016

Riba dalam Al Qur'an dan Alkitab

Tahu BANGKE tidak? Itu lho akronim dari bank keliling yang suka menjajakan uang ke masyarakat yang kekurangan modal, tetapi pengembalian uang pinjamannya bisa berkali-kali lipat. Untung para Bangke? Jelas, tetapi keuntungannya itulah yang disebut dengan RIBA. Masalahnya apa kalau riba?




Pertama sih riba itu jelas bukan jual beli, tetapi pinjam meminjam dimana seharusnya tidak boleh ambil untung apalagi berkali-kali lipat. Tidak sedikit masyarakat yang memang mah sudah susah malah ditambah bencana dari para bangke yang memeras tanpa ampun. Kejam! Tetapi begitulah watak pencari riba!

Dalam Al-Qur'an dikatakan, "orang-orang yang makan riba seperti orang gila". Faktanya memang, coba deh kalau misal ribanya telat mereka dapatkan, pasti marah besar dan seperti gila saja. Di manakah tempat para pemakan riba itu? Neraka, hanya itu yang tepat. Dikatakan dalam Al-Qur'an sendiri, "orang yang mengambil riba, maka orang itu merupakan penghuni nereka; mereka kekal di dalamnya." Lihat Q.S Al Baqarah. Dalam Aali Imraan, An Nisaa, maupun Ar Ruum pun disinggung soal riba.

Bagaimana dengan pandangan Alkitab? Dalam Keluaran 22: 25 dikatakan, "Tuhan Berfirman: Jika engkau meminjamkan uang kepada salah seorang dari umat-Ku, orang miskin di antaramu, maka janganlah engkau berlaku sebagai seorang penagih utang terhadap dia; janganlah kamu bebankan riba kepadanya."

Tidak hanya dalam keluaran, soal riba ini dibahas pula dalam Imamat 25: 35-37, Mazmur 25: 1-5, Yehezkiel  18: 5-9, Lukas 6: 32-36. Lalu apa solusinya?

Pada dasarnya orang tidak akan meminjam jikalau ada program kewirausahaan ataupun kemitraan yang memberdayakan. Di sini memang perlu adanya gagasan terbaik dari pemerintahan setempat mulai dari tingkat RT. Jangan sampai membiarkan masyarakat terjerat sampai mati oleh para bangke ataupun oleh bank konvensional maupun syariah sekalipun, yang pada dasarnya mereka mencari keuntungan dalam meminjamkan uang. Padahal dalam hal meminjam uang itu bukan jual beli atau perdagangan.

Semoga kita dijauhkan dari riba, dan didekatkan dengan yang namanya sedekah.

Amin

[]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

suatu kata merindukan kata lainnya

L'homme est libre au moment qu'il veut l'être ― Voltaire