Kamis, 17 Maret 2016

(Pe)lawak Di Panggung Musik

Inilah salah satu tanda kehancuran dunia musik di Indonesia. Bagaimana tidak, panggung musik hanya menjadi panggung jawa dan sedikit promo album belaka. Tidak ada yang condong pada seni musik itu sendiri. Nyaris semua panggung yang nampak di layar kaca pertelevisian di negeri ini, semuanya tidak lepas dari lawak.

Boleh jadi karena memang kebanyakan pembawa acaranya memang pelawak. Padahal seharusnya sebagai pembawa acara musik paling tidak ngerti dan paham soal seni musik, bukan hanya pandai mengocok perut dengan konyol. Apakah kebisaannya cuma onani begitu saja?

Menyedihkan. Benar-benar menyedihkan. Apalagi, ada banyak juga kontes musik dan penyanyi jurinya pakai segala dari negeri seberang, yang esensinya beda dan cara menilaipun hanya kekonyolan dan penuh drama belaka, jadi lahan empuk bagi pembawa acaranya.

Menyedihkan. Menyedihkan sekali. 

[]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

suatu kata merindukan kata lainnya

L'homme est libre au moment qu'il veut l'être ― Voltaire