Sabtu, 19 Maret 2016

Hati yang Lapang Bikin Umur Panjang?

Adakah yang lain, selain niat, yang menjadi pangkal kebaikan dan keburukan? Bicara soal niat dari hati memang perkara yang nggak mudah, bukan saja karena ini sangat personal dan kita tidak akan tahu pasti apa yang ada dalam sanubari seseorang. Tapi, banyak orang bijak yang memberikan pengajaran kepada kita soal pentingnya meluruskan hati agar terbina kehidupan yang baik. Mengapa hati harus lurus?Memilih berhati bengkok memang tidak ada yang melarang, itu semua pilihan dan kembali kepada pribadi masing-masing. Hanya saja, kali ini kita akan coba membahas soal hati yang lapang bikin umur panjang. Bahkan tidak sekadar panjang, namun juga tubuh yang sehat dalam rangka menjalani kehidupan yang tidak selalu mudah dan butuh kondisi yang sangat prima.

Mengapa hati yang lapang berdampak sangat baik bagi sang pemilik hati? Sebab kelapangan hati akan menghindarkan kita dari yang namanya hidup yang diliput geram dan amarah, takut dan khawatir, suka dan gemar pada yang tidak semestinya, dan lepas dari sesal dan sedih.

Itu semua perkara buruk yang bisa hilang dan kembali lurus ke jalan kebaikan kalaulah hati itu lapang. Dengan apa? Niat sebagai pilihan awal, dan laku kebajikan sebagai penghias diri. 

Bukakah hati yang lapang nggak bikin sesak? Hanya saja memang tidak mudah menjadikan sang hati lapang, namun hal itu bukan sesuatu yang mustahil tentunya. Tinggal, kita mau atau tidak lepas dari hasrat yang cenderung mengajak kepada yang tidak bajik bagi diri sendiri, sesama, dan lingkungan di mana kita berada.

PROSES. Sudahkah melapangkan hati hari ini? 

[]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

suatu kata merindukan kata lainnya

L'homme est libre au moment qu'il veut l'être ― Voltaire