Minggu, 20 Maret 2016

Emas dan Masa Depan

[r]: goldgold.com
Sudah sejak zaman dahulu kala, dan barangkali sejak emas itu sendiri ditemukan, yang namanya manusia sudah takjub dengan yang namanya Aurum, bahasa latin untuk emas.

Berkali-kali para raja saling baku hantam untuk mendapatkan logam mulia tersebut. Selain karena pada masanya, selain menjadi perhiasan, emas menjadi mata uang. Sekarang?
Emas memang sudah tidak dijadikan mata uang yang sah sebagai alat tukar menukar, kita hanya menjadikannya sebagai barang berharga atau harta yang dapat dibeli dengan uang dan bisa menjadi sumber mendapatkan uang. Padahal, dahulu emas itu sendiri adalah uang. 

Apakah masa depan emas akan kembali menjadi mata uang dunia atau negara tertentu? Harusnya bisa, apalagi untuk Indonesia yang sumber emasnya banyak, hanya saja perusahaan swasta begitu lebih berkuasa dan mengatur dirinya sendiri di dalam suatu negara. Tidak perlu disebut ya nama perusahaannya. Sudah menjadi rahasia umumkan!

Lalu apa yang akan dibahas? Rasanya menarik kalau kita bisa mengenal lebih jauh zat yang satu ini yang dalam tabel periodik unsur bersimbol Au.

Apa fakta yang dapat kita ketahui dari emas? Iseng-iseng buka goldgold.com dan didapatlah beberapa hal menarik dari yang namanya emas.

Bahwa emas murni berwarna kuning, tetapi karena campuran bahan tambahan lainnya saat diproduksi maka kita mengenal beberapa warna emas di pasaran, misalnya emas putih, emas hijau dan emas merah.

Emas bersifat permanen dan tidak bisa dihancurkan, sekalipun dapat dilebur dan ditempa menjadi lembaran yang sangat tipis. Mudah dibentuk jadi aneka perhiasan.

Emas sulit rusak, memudar, apalagi berkarat.

Pada masanya, Franklin salah satu presiden amerika serikat sempat melarang kepemilikan emas secara pribadi, tetapi kemudian pelarangan tersebut dicabut.

Dan tentu saja, dinar emas merupakan mata uang yang dianjurkan dalam Islam. Selain dirham perak tentunya.

Menarik sekali ya, selain tanah, emas sepertinya memang salah satu alternatif untuk investasi. Dan nilainya lebih terjaga dari sekadar deposito uang kertas belaka. 

Yuk ah, nabung buat beli emas! Dan semoga masa depan emas Indonesia tidak terus di genggaman asing!

[]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

suatu kata merindukan kata lainnya

L'homme est libre au moment qu'il veut l'être ― Voltaire