Sabtu, 04 Juli 2015

Oh Mawar Oh

SEBUT saja Mawar. Halah. Ini bukan hendak bicara soal kebiasaan koran lampu merah, ataupun lampu petromak. Ini soal mawar di taman, yang kini mudah dijumpai di sepanjang jalan. Tidak hanya itu, kita pun dibuat lupa perlahan, bahwa mawar itu berduri.

Adakah ia tetap mawar? Sekilas iya, tetapi pemangkasan itu sendiri, apakah bukan melukai? Sedangkan dengan adanya duri apakah selalu ia dapat melukai?

Ah, mawar. 
Sayang Shakespeare telah lama pergi. Kecuali mawarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

suatu kata merindukan kata lainnya

L'homme est libre au moment qu'il veut l'être ― Voltaire