Rabu, 01 Juli 2015

Ladang Amal di Musim Kemarau

AIR adalah sumber kehidupan. Air yang dalam bahasa lain disebut dengan aqua itu memang pada awalnya sesuatu yang free, sampai kemudian dengan dalih air bersih, kita pun harus membeli sumber kehidupan yang telah Allah hadirkan tersebut. Mau dikata apalagi, begitulah laju pasar industri sampai kini, dan akibat dari tidak pedulinya kita pada masalah limbah pabrik.

Nah, di Indonesia ini, sebagai suatu negara yang mendapati dua musim saja, yakni penghujan dan kemarau. Mengingat musim kemarau tahun ini (2015) termasuk ektrim, yang mana di beberapa negara suhu panas sampai menelan korban jiwa, semogalah tidak terulang lagi. Kita haruslah bersiap, terlebih pemerintah. Dan sejujurnya, dalam musim kemarau terhampar ladang amal yang luas membentang, yakni peluang untuk berbagi air kepada mereka yang membutuhkan.

Agaknya, agar semakin yakin bahwa berbagi air di musim kemarau ini sangat berpahala ialah sebagaimana pesan dari Rasulullah dalam Ibrahim Abdul Mutin, bahwa siapa yang mendapati air yang berkelimpahan tetapi enggan berbagi dengan para musafir (mereka yang butuh air) niscaya Allah akan mengazabnya. Bagi kita sebagai pengikut Kanjeng Muhammad Rasulullah, tentu sudah tidak asing lagi dengan ajaran bahwa apa-apa yang ada di alam semesta ini sebenarnya hanyalah milik Allah. Maka mutlak kita tidak boleh menjadi khalifah yang maruk. Karena khalifah memang sosok yang senang berbagi.

Tentu kita berdoa semoga Allah membukakan hati para pembisnis air agar mereka pun berbagi. Bahkan tidak ada salahnya kalau pemerintah melakukan nasionalisasi terhadap sumber air bersih bagi hajat hidup segenap rakyat Indonesia ini, sungguh akan mulia kalau kita berhasil ekspor dalam artian berbagi air kepada mereka yang di Afrika sana susah mengakses air bersih, atau bagi siapapun manusia yang butuh air.

Semoga saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

suatu kata merindukan kata lainnya

L'homme est libre au moment qu'il veut l'être ― Voltaire