Minggu, 12 Juli 2015

Buku Puisi, Pelipur Lara Hati?

ADAKAH Buku puisi di rak bukumu?

Tidak diragukan lagi kalau buku puisi merupakan buku yang jarang sekali diminati, dibandingkan dengan novel ataupun cerpen. Sekalipun dalam edisi Minggu, beberapa media massa menyediakan halaman untuk puisi, mungkin hanya sebagian kecil pembacanya yang menantikan kolom tersebut.

Adapun saya pribadi, sudah sejak sebulan lalu mulai meniatkan untuk lebih mengutamakan anggaran belanja buku puisi dibandingkan buku lainnya. Walaupun begitu, tidak serta-merta setiap buku puisi saya akan beli, tidak "munafik", banyak pertimbangan yang harus saya lakukan untuk membeli suatu buku puisi. Namun begitu, pada dasarnya saya ingin memiliki semua buku puisi baik dari dalam negeri  maupun luar negeri. Baik dari penyair yang belum dikenal ataupun sudah kepalang jadi catatan sejarah.

Lalu apa hubungannya dengan buku puisi sebagai pelipur lara hati? Apakah iya begitu fungsi dari buku puisi?

Sedikit cerita yang diutarakan oleh Damhuri Muhammad tentang kakak perempuannya yang diceraikan oleh suaminya karena tidak bisa memberikan keturunan. Melihat kondisi tersebut sebagai adik Damhuri mencoba ingin berbagi utamanya mengirimkan uang untuk kakaknya tersebut, namun ditolaknya. Lantas sebagai adik dirinya bertanya, "Lalu, apa yang bisa saya bantu?" Kata kakaknya, "Kirimkan aku buku puisi. Hanya dengan itu, rasa sakitku bisa berkurang."

Sangat menakjubkan sekali. Selain saya kagum dengan kakaknya. Pun dengan keajaiban dari yang namanya buku puisi. Buku yang kalau saya mencoba tawarkan kepada rekan-rekan saya, tanggapannya sangat dingin bahkan cenderung negatif. 

Sungguh beruntung mereka yang memiliki kecintaan pada buku-buku. Maka apabila tengah patah hati--tidak selalu harus karena cinta, misalkan karena penguasa--cobalah untuk membaca buku puisi, atau mengirimi teman Anda yang tengah "berduka" itu dengan mengirimkan buku puisi. 

ADAKAH buku puisi dalam rak bukumu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

suatu kata merindukan kata lainnya

L'homme est libre au moment qu'il veut l'être ― Voltaire