Selasa, 30 Juni 2015

Khalifah dan Bumi yang Semakin Rusak

PADA masa Muhammad Rasulullah masih hidup, Allah wahyukan tentang kondisi alam semesta ini khususnya bumi sebagai tempat berkembangnya manusia, yakni telah tampaknya kerusakan baik di daratan maupun di lautan. Dan sekarang, apa yang kita lihat ialah suatu kerusakan yang semakin nyata, dan hal itu utamanya karena ulah kita sendiri. Sangat menyedihkan.

Kita sepertinya lupa, bahwa Rasulullah pernah berkata bahwa bumi ini adalah masjid. Maka sebagaimana adab kita di masjid, maka adab di permukaan bumi mana pun haruslah baik. Kita harus memakmurkan bumi ini dalam artian menjaganya, melindunginya, melestarikannya. Apakah dengan begitu akan kontra terhadap kemajuan? Tentu tidak, justru seharusnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi itu seharusnya berdampak positif pula pada bumi yang kita singgahi ini.

Adakah kemudian kita berpikir?

Islam, seringkali dikatakan rahmat bagi segenap alam, apakah benar alam dalam artian lingkungan merasakan rahmat ber-Islam-nya kita?

Islam, sebagai din yang universal merupakan agama hijau, atau merujuk pada istilah Ibrahim Abdul Matin, Islam itu Greendeen, agama hijau. Maka janganlah kita menyempitkan makna khalifah di muka bumi ini sebagai kepemimpinan yang sifatnya duniawi serta serba politis. Tetapi, kita ditugasi sebagai khalifah oleh Allah adalah sebagai pelindung bumi.

Salam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

suatu kata merindukan kata lainnya

L'homme est libre au moment qu'il veut l'être ― Voltaire