Senin, 08 Juni 2015

Ramadan Bulan Membaca

Bagaimana rasanya menahan (diri) dari segala sesuatu? Begitulah arti dari puasa secara bahasa Arab, menahan dari segala sesuatu, sebagaimana dijelaskan oleh H. Sulaiman Rasjid dalam buku fenomenalnya Fiqh Islam. Tidak terasa memang, bulan yang dinanti-nanti oleh seluruh umat Islam di penjuru negeri, pun oleh para pelaku industri, akan segera kita jumpai. Tinggal hitungan hari. Sudahkah lemari es Anda terisi?

Salah satu bulan dalam kalender hijriah ini memang banyak memiliki sebutan, dan semuanya sangat berkesan sehingga wajar banyak yang merindukannya, termasuk saya. Belum lagi, dalam suatu hadis dikabarkan bahwa rasa gembiranya seseorang akan kedatangannya pun sudah menjadi suatu tanda akan mendapatkan suatu ganjaran dari Tuhan, betapa memang, Allah itu kebangetan baiknya, dan tidak memberikan suatu kesukaran pada dasarnya.

Lalu, apa maksud dari Ramadan Bulan Membaca? Ya, secara umum di bulan yang mana salah satu harinya ada yang mengandung faedah seribu bulan, akan banyak orang-orang membaca, minimalnya, umat Islam akan membaca kitab sucinya, yakni Al-Qur'an. Apa artinya dengan puasa kita harus menahan diri dari bahan bacaan lainnya? Tentu saja tidak. Justru di bulan Ramadan ini, suatu bulan yang mana pernah turun perintah membaca, menjadi suatu momentum agar kita dapat lebih aktif meningkatkan minat baca bahan bacaan lainnya, sekalipun tidak ada hadis yang menyatakan bahwa membacanya akan beroleh pahala. 

Semangat membaca umat Islam haruslah lebih diperluas tidak sekadar qur'an dan hadis, sebagaimana semangat membacanya Zuck, penggagas media sosial bernama facebook. Tempo hari dirinya memosting tentang bahan bacaannya, dan salah satunya ternyata litelatur dari khazanah Islam, yakni karyanya Ibn Khaldun, The Muqaddimah. Hal itu cukup mengejutkan sampai-sampai banyak pertanyaan, mengapa Zuck membaca al-Muqaddimah-nya Ibn Khaldun, sampai lupa pada pertanyaan yang lebih mendasar, mengapa seorang penggagas facebook sempat membaca dan malah tidak sibuk facebookan?

Sebagai suatu umat yang mendapatkan anjuran Iqra, tentulah kita tidak lantas puasa dari membaca, justru Ramadan yang akan kita hadapi bersama itu adalah bulan membaca. Tentu saja, membaca dalam artian luas, terlebih dalam artian sempitnya. Saya rasa, dalam waktu sebulan Ramadan kita dapat membagi waktu sehingga kita bisa lebih barakah lagi dalam ilmu yang coba kita dapatkan melalui aktivitas membaca aneka bahan bacaan, baik yang cetak, maupun yang tampak: kehidupan itu sendiri.

Dan inilah saat yang tepat, kita belanja buku untuk mengisi Ramadan, bukan malah beli aneka sirup untuk mengisi perut yang sejatinya tengah dipuasakan dari hawa nafsu atas sirup tersebut. Dan tentu, tidak harus selalu beli, toh saat ini banyak perpustakaan di masjid-masjid, salah satunya di Masjid Raya Bogor, yang menyediakan perpustakaan terbuka untuk umum, dan uniknya, buku yang disajikan tidak hanya soal keagamaan, namun segala hal ada, dan semuanya berfaedah. Atau mampir ke rumah saya, walaupun tidak sebanyak buku di perpustakaan, tetapi ada bahan bacaan. Masalahnya tentu kembali kepada diri kita masing-masing, akankah kita pun bersemangat membaca bahan bacaan lain, selain Al-Qur'an yang notabene ada hadisnya bahwa membacanya berpahala? Atau sekali-kali kita hanya mengharapkan itu, dan "sekadar baca" pada akhirnya?

Kita perlu mewaspadai epidemi "membaca untuk hafalan," karena memahami dan memaknai lebih memberikan suatu arti pada diri kita pribadi pun efeknya pada orang-orang di sekitar kita. Bukan berarti menghafal itu tidak baik sama sekali. Hanya saja, jangan sampai kita menyempitkan anjuran membaca hanya pada tataran hafalan semata. Lantas buku apa kira-kira yang laik menjadi bahan bacaan di bulan Ramadan ini? Saya kira, dengan kedewasaan yang jujur, kita bisa menentukan mana-mana saja bahan bacaan yang dapat meningkatkan kualitas dan kelas.

Jadi, sudahkah Anda membuat daftar bahan belanjaan bacaan untuk bulan membaca yang akan datang tidak lama lagi?!



...adapun ramadan, jangan ditanya, betapa rindunya ia
untuk kita baca...

2 komentar:

  1. Buku kang Usup jadi salah satu daftar bacaan yang akan coba dinikmati nanti...
    Insya Allah..

    Yuk ah, semangat membaca...

    BalasHapus

suatu kata merindukan kata lainnya

L'homme est libre au moment qu'il veut l'être ― Voltaire