Rabu, 17 Juni 2015

Iktikaf dengan Membaca

Salah satu anjuran untuk mengisi waktu di bulan Ramadan adalah iktikaf, yang mana menurut syariat berarti menetap atau diam di dalam masjid untuk menjalankan ibadah kepada Allah yang Esa, baik dengan berzikir, salat, membaca al-qur'an, ataupun ibadah lainnya. Dan terkait ibadah lainnya ini, sebagaimana sebelumnya saya pernah memosting soal Ramadan Bulan Membaca, maka membaca dan membaca adalah salah satu jalan untuk mengisi waktu iktikaf kita.

Tentu saja, iktikaf dengan membaca adalah suatu sarana mengisi waktu di bulan Ramadan yang sangat berkesan. Dan itu bisa dimulai tidak hanya di sepuluh hari terakhir, dan karena ada ujaran bahwa bumi adalah masjid, maka di mana pun kita bisa melakukan iktikaf pada dasarnya, hanya saja mengisi waktunya memang kita niatkan demi ibadah karena-Nya. Ah, bukankah segala kegiatan memang harus karena-Nya?

Dalam iktikaf itulah pada intinya kita tengah menikmati hidangan dari-Nya, sebagaimana dikisahkan oleh Ibn al-Qayyim tentang Ibn Taimiyyah, katanya, "Aku pernah mendapati Syaikhul Islam salat subuh lalu duduk iktikaf sambil berzikir kepada Allah sampai waktu tengah hari lalu berpaling kepadaku dan berkata, 'Inilah makananku. Seandainya aku tak mendapatkan makanan ini, hilanglah seluruh kekuatanku."

Tentu saja, mengisi waktu dengan hal-hal yang baik dan bermanfaat sangatlah bagus dan ibarat nutrisi dari makanan maka segala aktivitas dalam iktikaf itu bisa berupa makanan kalau kita dapat memilih dengan jitu apa yang baik untuk kita lakukan.

Semoga saja, kita bisa mengisi waktu dengan sebaik-baiknya khususnya di bulan Ramadan. Sekalipun kadang kita mendapatkan BC berupa ajakan, "(ketika) tidur berarti ibadah."Sekalipun Allah yang menidurkan kita, janganlah kita menyengaja mengisi waktu dengan tidur!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

suatu kata merindukan kata lainnya

L'homme est libre au moment qu'il veut l'être ― Voltaire