Selasa, 16 Juni 2015

Coca-cola, Diabetes Mellitus dan Ramadan

Menurut Dr. Jamal Muhammad Elzaky dalam Fushul fi Thibb al-Rasul, menyatakan bahwa penelitian menghasilkan kesimpulan bahwa puasa pada bulan Ramadan tidak berbahaya bagi penderita penyakit gula atau diabetes mellitus (suatu penyakit yang tidak menular tetapi mengancam banyak manusia di seluruh dunia), selama mereka tetap menjaga pola makan (diet) dan tetap mengonsumsi obat yang diberikan oleh dokter. Namun begitu, penderita diabet harusnya melakukan konsultasi terlebih dahulu.

Adapun bagi kita yang tidak menderita penyakit gula sangat berlimpah penelitian terkait manfaat puasa untuk mengontrol gula dalam darah. Tetapi kepercumaan memang sangatlah menghantui di tengah banyaknya bujuk rayu media iklan agar kita lupa diri dan akhirnya asal makan dan lupa dengan diet halal lagi sehatnya.

Contoh kasus yang konyol, misalnya pada iklan berikut ini:


Sekalipun produk tersebut menawarkan zero sugar, sebaiknya hadiahkanlah minuman herbal alami kepada ibu bapak kita, agar kesehatannya lebih terjaga, dan terus membaik. Adapun soda sekalipun ada manfaatnya janganlah dijadikan kebiasaan minum minuman bersoda. Kalau sesekali mungkin diperbolehkan, tetapi dengan bertambahnya usia sebaiknya menjadi suatu perhatian lebih, dan kebiasaan baik haruslah dimulai sejak dini, sedangkan kebiasaan kurang baik sangat ada bagusnya dilakukan sejak dini.

Semoga kita bisa lebih bijak lagi, dan tidak mudah tergoda oleh iklan-iklan yang cenderung Islamis, namun "manisnya" justru racun bagi diri kita. Barakallah!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

suatu kata merindukan kata lainnya

L'homme est libre au moment qu'il veut l'être ― Voltaire