Selasa, 01 April 2014

Nyanyian di Kebun Belakang

halaman depan yang sempit
pintu beradu mulut
jendela ditutup kalut
langkah menyepi
ke belakang
berharap lapang
meski yang nampak
kebun orang

di senja hari
suara luput satu-satu
berganti bunyi satu-satu
hanya satu
teringatsatu
tak ada lagi
dua tiga empat
dan sekian-sekian

saaaaa tuuuu
saaaaaa tuuuu
saaaaaaa tuuuu
saaaaaa tuuuu
saaaaa tuuuu

bayangan tidak
mendua

[]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

suatu kata merindukan kata lainnya

L'homme est libre au moment qu'il veut l'être ― Voltaire